RAB adalah singkatan dari Rencana Anggaran Biaya, yaitu dokumen perhitungan seluruh biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek, mulai dari biaya material, tenaga kerja, peralatan, hingga biaya tambahan lainnya.
RAB menjadi salah satu dokumen terpenting dalam perencanaan proyek, terutama proyek konstruksi rumah, bangunan komersial, infrastruktur, renovasi, dan pekerjaan teknik lainnya.
Tanpa RAB, pelaksanaan proyek dapat mengalami pembengkakan biaya, kesalahan estimasi, bahkan berujung pada kegagalan proyek.
Baca juga: Panduan Penghapusan Aset Tetap
Pengertian RAB (Rencana Anggaran Biaya)
RAB adalah dokumen perencanaan biaya yang memuat estimasi total biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau proyek. Dokumen ini mencakup seluruh komponen biaya seperti:
- bahan/material
- tenaga kerja
- sewa peralatan
- biaya operasional
- biaya overhead
- margin keuntungan
Tujuan utama RAB adalah agar proyek berjalan sesuai rencana tanpa pembengkakan biaya.
Fungsi RAB dalam Proyek

RAB (Rencana Anggaran Biaya) memiliki peran yang sangat penting dalam setiap tahapan pelaksanaan proyek, baik proyek konstruksi, renovasi, perencanaan infrastruktur, hingga proyek skala besar seperti pembangunan gedung bertingkat. RAB bukan sekadar daftar biaya, tetapi merupakan alat manajemen proyek yang menentukan keberhasilan sebuah pekerjaan dari sisi biaya, waktu, hingga kualitas.
1. Menentukan Estimasi Total Biaya Proyek
Fungsi utama RAB adalah memberikan gambaran menyeluruh tentang berapa besar biaya yang diperlukan untuk membangun sebuah proyek. Dengan mengetahui nilai total, pemilik proyek dapat menyesuaikan anggaran, melakukan perencanaan dana, hingga menentukan kelayakan proyek tersebut untuk dijalankan.
2. Menjadi Dasar Perencanaan dan Pengendalian Anggaran
Dalam pelaksanaan pekerjaan, RAB digunakan sebagai acuan untuk mengontrol agar biaya yang dikeluarkan tidak melebihi rencana. Tanpa RAB, proyek berisiko mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) yang dapat merugikan kontraktor maupun pemilik proyek.
3. Menjadi Acuan Penyusunan Jadwal Kerja (Project Scheduling)
Biaya dan waktu adalah dua komponen yang saling memengaruhi. RAB membantu menentukan kapan material harus datang, kapan tenaga kerja harus dimobilisasi, dan kapan pembayaran dilakukan. Dengan demikian, penjadwalan proyek dapat disusun secara realistis.
4. Mempermudah Proses Pengadaan Material dan Peralatan
Dengan adanya RAB, bagian procurement dapat mengetahui jenis material, volume, hingga spesifikasi teknis yang harus dipenuhi. Hal ini mencegah kesalahan pembelian material yang tidak sesuai standar atau jumlah.
5. Menjadi Dasar Negosiasi Kontrak antara Pemilik Proyek dan Kontraktor
RAB membantu kedua belah pihak menentukan harga kontrak yang wajar. Pemilik proyek dapat menilai apakah harga yang diajukan kontraktor masuk akal, sedangkan kontraktor dapat menggunakan RAB sebagai dasar penawaran dan negosiasi.
6. Mendukung Analisis Risiko Proyek
RAB yang baik menyertakan komponen biaya tak terduga (contingency) dan margin risiko. Fungsi ini memastikan proyek tetap berjalan walaupun terjadi perubahan di lapangan seperti kenaikan harga material atau tambahan pekerjaan.
7. Menjadi Dokumen Pembanding untuk Evaluasi Proyek
Setelah proyek selesai, realisasi biaya dapat dibandingkan dengan RAB. Hasil analisis ini digunakan sebagai evaluasi untuk proyek berikutnya agar manajemen biaya semakin baik.
RAB bukan hanya daftar angka—melainkan dokumen strategis yang membantu memastikan proyek berjalan tepat biaya, tepat waktu, dan tepat kualitas.
Komponen-Komponen Utama dalam RAB
Dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya, terdapat beberapa komponen utama yang harus diperhitungkan secara rinci. Komponen-komponen ini memastikan bahwa anggaran yang disusun mencerminkan seluruh kebutuhan proyek, dari awal perencanaan hingga penyelesaian akhir.
1. Biaya Material
Material adalah komponen terbesar dalam banyak proyek konstruksi. Komponen ini mencakup harga bahan seperti beton, besi, batako, cat, keramik, gypsum, hingga material finishing. Penyusunan biaya material harus memperhatikan:
- spesifikasi material yang dibutuhkan
- volume perhitungan berdasarkan gambar kerja (drawing)
- harga pasar yang terbaru
- lokasi proyek (karena memengaruhi harga dan biaya transportasi)
Kesalahan dalam perhitungan volume material dapat menyebabkan biaya membengkak.
2. Biaya Tenaga Kerja
Tenaga kerja meliputi tukang bangunan, mandor, ahli listrik, tukang finishing, hingga operator alat berat. Biaya tenaga kerja dihitung berdasarkan:
- jumlah pekerja
- upah per hari/bulan
- durasi pekerjaan
- tingkat keahlian pekerja
Upah tenaga kerja biasanya berbeda tergantung kota dan skala proyek.
3. Biaya Peralatan
Biaya ini mencakup pembelian, penyewaan, atau operasional peralatan yang digunakan dalam proyek. Contohnya:
- mesin cor beton
- scaffolding
- alat pengukur
- alat pemotong
- peralatan kantor site project
Baik biaya sewa maupun biaya operasional (BBM, servis, perawatan) harus diperhitungkan.
4. Biaya Subkontraktor
Beberapa pekerjaan memerlukan tenaga ahli dari pihak ketiga, seperti:
- plumbing
- instalasi AC
- pekerjaan elektrikal
- pemasangan lift
- pekerjaan fire system
Biaya subkontraktor biasanya berupa harga proyek per paket, bukan per satuan kecil.
5. Biaya Overhead
Overhead adalah biaya tidak langsung yang tetap dibutuhkan untuk menjalankan proyek. Biasanya mencakup:
- biaya administrasi
- perizinan proyek
- transportasi staf
- biaya komunikasi
- biaya keamanan proyek (security)
Meskipun tidak muncul secara langsung di lapangan, biaya overhead sangat berpengaruh pada keberlangsungan proyek.
6. Keuntungan (Profit) Kontraktor
Perusahaan kontraktor biasanya menetapkan margin keuntungan berdasarkan persentase tertentu dari total biaya langsung. Untuk proyek konstruksi, profit umumnya antara 5%–15%, tergantung nilai proyek dan kompleksitasnya.
7. Biaya Risiko (Contingency)
Biaya risiko disiapkan untuk mengantisipasi kejadian tak terduga seperti:
- perubahan desain
- kenaikan harga material
- permintaan tambahan dari pemilik proyek
- kondisi lapangan yang berubah
Nilai risiko biasanya sekitar 3–10%.
8. Biaya Tambahan
Biaya tambahan meliputi:
- biaya pemeliharaan pasca proyek
- asuransi proyek
- biaya jaminan
- biaya dokumentasi
Komponen ini membuat total RAB menjadi lebih realistis dan komprehensif.
Cara Menghitung RAB (Rumus Dasar)

Secara umum, rumus menghitung biaya RAB adalah:
Penjelasan:
- Volume → jumlah pekerjaan (misal m², m³, unit)
- Harga satuan → harga tiap pekerjaan/material
- Overhead → biaya tidak langsung
- Profit → margin keuntungan kontraktor
Contoh Perhitungan RAB Sederhana
Proyek: Pembangunan dinding bata 10 m².
- Volume: 10 m²
- Harga satuan pekerjaan dinding bata: Rp 180.000/m²
Perhitungan:
Jika ada biaya tambahan:
- Overhead: Rp 120.000
- Profit: Rp 180.000
Total RAB:
Rp 1.800.000 + Rp 120.000 + Rp 180.000
= Rp 2.100.000
Contoh Tabel RAB

Proyek yang akan dibahas adalah pembangunan gedung perkantoran berlantai 5 dengan luas total 5.000 meter persegi. Gedung ini akan dilengkapi dengan fasilitas modern, termasuk ruang kantor, area pertemuan, dan parkir bawah tanah.
| No | Komponen Biaya | Volume | Satuan | Harga Satuan | Total (IDR) |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Struktur & Pondasi | ||||
| 1.1 | Beton Bertulang | 1.000 | m³ | 1.500.000 | 1.500.000.000 |
| 1.2 | Besi Beton | 50 | ton | 10.000.000 | 500.000.000 |
| Subtotal 1 | 2.000.000.000 | ||||
| 2 | Bahan Bangunan | ||||
| 2.1 | Batako | 100.000 | pcs | 1.000 | 100.000.000 |
| 2.2 | Gypsum Board | 10.000 | m² | 50.000 | 500.000.000 |
| Subtotal 2 | 600.000.000 | ||||
| 3 | Peralatan | ||||
| 3.1 | Peralatan Kantor | 1 | paket | 300.000.000 | 300.000.000 |
| 3.2 | Peralatan Parkir Basement | 1 | paket | 150.000.000 | 150.000.000 |
| Subtotal 3 | 450.000.000 | ||||
| 4 | Tenaga Kerja | ||||
| 4.1 | Tukang Bangunan | 30 | orang | 5.000.000 | 150.000.000 |
| 4.2 | Tukang Listrik | 10 | orang | 6.000.000 | 60.000.000 |
| Subtotal 4 | 210.000.000 | ||||
| 5 | Subkontraktor | 1 | proyek | 300.000.000 | 300.000.000 |
| 6 | Overhead | ||||
| 6.1 | Administrasi | 1 | proyek | 50.000.000 | 50.000.000 |
| 6.2 | Perizinan | 1 | proyek | 20.000.000 | 20.000.000 |
| Subtotal 6 | 70.000.000 | ||||
| TOTAL BIAYA AWAL (1–6) | 3.630.000.000 | ||||
| 7 | Keuntungan & Risiko | ||||
| 7.1 | Margin Keuntungan (8%) | 290.400.000 | |||
| 7.2 | Alokasi Risiko (5%) | 181.500.000 | |||
| Subtotal 7 | 471.900.000 | ||||
| 8 | Biaya Tambahan | ||||
| 8.1 | Pemeliharaan | 1 | tahun | 50.000.000 | 50.000.000 |
| 8.2 | Asuransi | 1 | tahun | 30.000.000 | 30.000.000 |
| Subtotal 8 | 80.000.000 | ||||
| TOTAL BIAYA PROYEK (FINAL) | Rp 4.181.900.000 |
Contoh Tabel RAB versi ringkas
| Uraian Pekerjaan | Volume | Satuan | Harga Satuan | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| Pondasi batu kali | 12 | m³ | Rp 900.000 | Rp 10.800.000 |
| Dinding bata | 45 | m² | Rp 180.000 | Rp 8.100.000 |
| Plafon gypsum | 30 | m² | Rp 160.000 | Rp 4.800.000 |
| Lantai keramik | 40 | m² | Rp 200.000 | Rp 8.000.000 |
| Total | Rp 31.700.000 |
Perbedaan RAB vs RAP vs RKS
| Dokumen | Kepanjangan | Fungsi Utama |
|---|---|---|
| RAB | Rencana Anggaran Biaya | Estimasi total biaya proyek |
| RAP | Rencana Anggaran Pelaksanaan | Anggaran yang disesuaikan untuk pelaksanaan harian |
| RKS | Rencana Kerja & Syarat | Dokumen spesifikasi teknis dan aturan kerja |
Kesalahan Umum dalam Menyusun RAB
- Perhitungan volume yang salah
- Tidak memperhitungkan biaya tidak langsung
- Menggunakan harga material yang tidak update
- Tidak memasukkan contingency (biaya darurat)
- Mengabaikan spesifikasi teknis
- Tidak mengelompokkan pekerjaan dengan jelas
Tips Membuat RAB yang Akurat
- ✔ Lakukan survei harga material terbaru
- ✔ Gunakan software perhitungan RAB (rekomendasi)
- ✔ Perbarui harga secara berkala
- ✔ Pahami gambar teknis proyek
- ✔ Masukkan margin risiko
- ✔ Dokumentasikan bukti perhitungan
Kesimpulan
RAB adalah dokumen perhitungan biaya proyek yang sangat penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana, tepat biaya, dan minim risiko pemborosan.
Dengan memahami komponen, rumus, contoh tabel, serta teknik penyusunan yang benar, siapa pun bisa membuat RAB secara tepat dan profesional.
Jika Anda ingin hasil yang lebih detail, gunakan software atau template perhitungan agar efisiensi meningkat dan risiko kesalahan berkurang.
FAQ
1. RAB adalah apa?
RAB adalah Rencana Anggaran Biaya, yaitu dokumen yang digunakan untuk menghitung total kebutuhan biaya dalam sebuah proyek, terutama proyek konstruksi.
2. Apa fungsi RAB?
Fungsi RAB adalah sebagai dasar perhitungan biaya, alat kontrol anggaran, pedoman pelaksanaan proyek, dasar negosiasi harga, serta acuan pembelian material dan tenaga kerja.
3. Apa saja komponen dalam RAB?
Komponen utama RAB meliputi biaya material, tenaga kerja, peralatan, subkontraktor, overhead, keuntungan kontraktor, dan pajak.
4. Bagaimana cara menghitung RAB?
RAB dihitung menggunakan rumus:
Total Biaya Pekerjaan = Volume × Harga Satuan,
lalu dijumlahkan dengan overhead dan profit.
5. Contoh RAB yang sederhana seperti apa?
Misalnya: pekerjaan dinding 10 m² × Rp 180.000/m² = Rp 1.800.000. Ditambah overhead dan profit menghasilkan total RAB.
6. Siapa yang membuat RAB?
Umumnya RAB dibuat oleh estimator proyek, kontraktor, konsultan perencana, atau arsitek.
7. Apa perbedaan RAB dan RAP?
RAB adalah anggaran rencana, sementara RAP adalah anggaran pelaksanaan yang lebih detail dan menyesuaikan kondisi lapangan.
8. Bagaimana memastikan RAB akurat?
Gunakan survei harga terbaru, hitung volume secara teliti, gunakan software RAB, dan evaluasi spesifikasi teknis.
9. Kenapa RAB penting dalam proyek bangunan?
Tanpa RAB, proyek dapat mengalami pembengkakan biaya, keterlambatan, salah estimasi, dan pemborosan material.
10. Apakah RAB bisa digunakan untuk renovasi rumah?
Ya. RAB digunakan baik pada proyek pembangunan baru maupun renovasi.
Tingkatkan Manajemen Aset Tetap Anda dengan Tag Samurai!
Pelacakan yang Akurat
Dengan Tag Samurai, Anda dapat dengan mudah melacak lokasi setiap aset Anda secara real-time. Ini sangat penting jika perusahaan Anda memiliki banyak cabang atau lokasi yang tersebar. Anda akan tahu di mana aset berada kapan saja dan siapa yang bertanggung jawab atasnya.
Pemeliharaan Terjadwal
Tag Samurai memungkinkan Anda mengatur peringatan untuk pemeliharaan rutin aset. Anda tidak perlu lagi khawatir melewatkan jadwal pemeliharaan yang kritis. Ini dapat menghindari kerusakan yang tidak perlu pada aset dan menghemat biaya perbaikan.
Manajemen Siklus Hidup Aset
Anda dapat melacak siklus hidup aset dari pembelian hingga pensiun. Ini membantu dalam perencanaan penggantian aset yang efisien, sehingga Anda tidak perlu mengganti aset terlalu cepat atau terlalu lambat.
Dengan TAG Samurai , Anda dapat lebih efisien dalam mengelola aset tetap perusahaan Anda, memungkinkan pelacakan yang lebih baik, pemeliharaan yang lebih efisien, dan laporan keuangan yang lebih akurat. Segera manfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi risiko yang terkait dengan aset tetap Anda.
Baca juga: Cara Menghitung Penyusutan Metode Garis Lurus (Aset Tetap)





