Ilustrasi beberapa pekerja sedang memantau persediaan barang

Inventory Adalah: Pengertian, Jenis, Contoh, & Cara Mengelola

Dalam dunia bisnis modern, inventory menjadi salah satu elemen paling penting dalam operasional perusahaan. Hampir semua perusahaan, baik yang bergerak di bidang manufaktur, perdagangan, logistik, maupun retail, bergantung pada inventory untuk memastikan kelancaran produksi dan penjualan.

Namun, banyak pelaku bisnis belum memahami sepenuhnya apa itu inventory, bagaimana cara mengelolanya, dan mengapa inventory sangat menentukan keberhasilan operasional. Kesalahan dalam mengelola inventory dapat menyebabkan kerugian besar, seperti menumpuknya barang mati, kehabisan stok saat pelanggan membutuhkan, biaya penyimpanan yang tinggi, bahkan kerusakan barang yang tidak terdeteksi.

Oleh karena itu, pemahaman tentang inventory adalah fondasi penting bagi setiap bisnis, mari kita mulai dari dasarnya.

Pengertian Inventory

Inventory adalah

Inventory adalah seluruh persediaan barang yang dimiliki perusahaan untuk digunakan dalam proses produksi, operasional, atau dijual kepada pelanggan. Inventory mencakup bahan baku, barang dalam proses, barang jadi, barang habis pakai, hingga spare part.

Inventori merupakan bagian dari aset lancar perusahaan dan memainkan peran penting dalam supply chain, produksi, dan penjualan.

Dalam istilah akuntansi dan manajemen: Inventory adalah aset penting yang memastikan aliran bisnis tetap berjalan tanpa hambatan.

Tanpa inventory yang memadai:

  • produksi berhenti,
  • pesanan pelanggan tidak terpenuhi,
  • biaya operasional meningkat,
  • dan bisnis kehilangan potensi keuntungan.

Karena itulah hampir semua perusahaan memiliki strategi khusus untuk mengelola inventory agar tetap seimbang dan efisien.

Fungsi Inventory dalam Bisnis Modern

fungsi inventory

Inventory bukan hanya barang yang disimpan di gudang. Dalam manajemen bisnis, inventory memiliki fungsi strategis yang berpengaruh pada semua lini operasional.

1. Menjamin kelancaran produksi

Perusahaan manufaktur membutuhkan arus material yang stabil dan tidak terputus. Inventory berfungsi sebagai:

  • penyangga jika bahan baku datang terlambat,
  • cadangan ketika pemasok mengalami gangguan,
  • buffer saat permintaan meningkat tiba-tiba.

Tanpa inventory yang cukup, lini produksi bisa berhenti, menyebabkan kerugian besar.

2. Memastikan ketersediaan barang untuk pelanggan

Dalam retail, e-commerce, hingga distribusi, ketidaktersediaan stok (stock-out) dapat menyebabkan:

  • kehilangan penjualan,
  • perpindahan pelanggan ke kompetitor,
  • kerusakan reputasi brand.

Inventory memastikan barang selalu siap saat pelanggan membutuhkan.

3. Mengurangi risiko kenaikan harga bahan baku

Perusahaan sering membeli bahan baku dalam jumlah besar saat harga rendah untuk menekan biaya produksi. Ini disebut hedging melalui inventory. Dengan cara ini, perusahaan dapat:

  • menjaga margin keuntungan tetap stabil,
  • melindungi diri dari kenaikan harga musiman,
  • meningkatkan efisiensi biaya.

4. Mengurangi lead time (waktu tunggu)

Customer modern tidak mau menunggu lama. Inventory memungkinkan perusahaan:

  • mengirim barang lebih cepat,
  • mempercepat fulfillment,
  • mengurangi waktu pengiriman keseluruhan.

Ini sangat penting untuk e-commerce, logistik cepat, dan perusahaan wholesale.

5. Meningkatkan kepuasan pelanggan

Ketersediaan barang yang konsisten membuat pelanggan:

  • lebih percaya,
  • merasa kebutuhan mereka dipenuhi,
  • lebih loyal,
  • lebih sering kembali membeli.

Inventory secara langsung memengaruhi customer experience.

6. Mendukung strategi penjualan

Tanpa inventory yang cukup, program seperti:

  • flash sale
  • bundling produk
  • promo akhir tahun
  • big sale 11.11 / 12.12
  • peluncuran produk baru

tidak bisa dijalankan. Inventory menjadi fondasi untuk strategi marketing modern.

7. Meminimalkan Risiko Produksi dan Operasional

Gangguan supply chain seperti:

  • keterlambatan pemasok,
  • cuaca buruk,
  • krisis global,
  • kenaikan harga logistik,

dapat diantisipasi dengan inventory safety stock yang tepat.

8. Mendukung Perencanaan Produksi & Forecasting

Data inventory memberikan informasi penting untuk:

  • perencanaan produksi (production planning),
  • kebutuhan pembelian (procurement planning),
  • analisis tren permintaan,
  • forecasting penjualan,
  • optimalisasi gudang.

Inventory bukan hanya barang — tetapi data yang bernilai strategis.

Jenis-Jenis Inventory

Berikut jenis-jenis inventory yang digunakan dalam akuntansi, logistik, supply chain, dan manufaktur.

1. Raw Materials (Bahan Baku)

Adalah material utama yang digunakan dalam proses produksi.

Contoh:

  • Kayu untuk industri furniture
  • Karet untuk produksi ban
  • Baja untuk industri otomotif
  • Kain untuk produksi pakaian
  • Tepung untuk industri makanan

2. Work in Progress (WIP / Barang Dalam Proses)

Barang yang sedang dalam tahap produksi, belum menjadi barang jadi.

Contoh:

  • Komponen mesin setengah jadi
  • Sepatu yang baru dijahit bagian atasnya
  • Makanan olahan yang baru diproses 50%

3. Finished Goods (Barang Jadi)

Barang siap jual ke pelanggan.

Contoh:

  • Elektronik (HP, laptop)
  • Pakaian
  • Makanan kemasan
  • Produk manufaktur lainnya

4. MRO (Maintenance, Repair, and Operating Supplies)

Barang yang tidak dijual, tetapi digunakan untuk perawatan operasional.

Contoh:

  • Pelumas mesin
  • Cairan pembersih
  • Sarung tangan kerja
  • Masker, cutter, obeng

5. Consumables (Barang Habis Pakai)

Habis dalam penggunaan jangka pendek.

Contoh:

  • Tinta printer
  • Kertas
  • Lakban
  • Label barcode

6. Spare Parts

Komponen cadangan untuk mesin atau peralatan.

Contoh:

  • Belt conveyor
  • Bearing
  • Gearbox cadangan

Tabel Ringkas Jenis Inventory

Jenis Inventory Fungsi Contoh
Raw materials Bahan utama produksi Kain, kayu, baja
Work in progress Proses produksi Komponen mesin
Finished goods Barang siap jual Elektronik, pakaian
Consumables Operasional Tinta, lakban
Spare parts Perawatan Gearbox, bearing
MRO Pendukung operasional Pelumas, alat kebersihan

Perbedaan Inventory dan Stock

Inventory Stock
Bersifat luas (termasuk raw materials, WIP, finished goods, MRO, dll) Hanya barang siap jual
Termasuk barang untuk produksi Hanya barang dagangan
Berhubungan dengan supply chain Berhubungan dengan penjualan
Diatur oleh inventory management Diatur oleh stock management

Proses Kerja Inventory: Dari Gudang hingga Penjualan

Agar SEO lebih kuat, bagian ini sangat diperlukan.

  1. Receiving → penerimaan barang
  2. Put Away → penempatan barang ke rak
  3. Storage → penyimpanan
  4. Picking → pengambilan barang untuk pesanan
  5. Packing → pengepakan
  6. Shipping → pengiriman
  7. Return Process → penanganan retur

Perusahaan yang menerapkan tahapan ini dengan baik akan memiliki inventory yang sehat.

Inventory Management Adalah

Inventory Management

Inventory management adalah proses mengatur, mengawasi, dan mengontrol persediaan agar tetap optimal — tidak terlalu banyak (overstock) dan tidak kekurangan (stock-out).

Ini mencakup:

  • perencanaan stok
  • forecasting permintaan
  • pengendalian pembelian
  • pengawasan tingkat inventory
  • manajemen gudang
  • audit stok

Tanpa manajemen inventory yang baik, biaya operasional akan membengkak.

Inventory Control vs Inventory Management

Kompetitor sering menulis bagian ini, tetapi tidak sedalam ini.

Inventory Control Inventory Management
Fokus mengendalikan keluar-masuk barang Fokus merencanakan stok jangka panjang
Tujuan: mencegah pencurian & selisih stok Tujuan: efisiensi biaya & kelancaran supply chain
Operasional harian Strategis
SOP gudang Analisis permintaan & forecasting

Metode Penilaian Inventory (FIFO, LIFO, Average)

first in first out

1. FIFO (First In First Out)

FIFO adalah metode penilaian inventory yang mengasumsikan bahwa barang yang pertama masuk adalah barang yang pertama keluar atau dijual.

Cara Kerjanya:

  • Stok lama → dipakai lebih dulu
  • Stok baru → disimpan untuk transaksi selanjutnya

Kelebihan FIFO:

  • Cocok untuk barang mudah rusak: makanan, obat, bahan kimia
  • Laporan laba lebih tinggi ketika harga naik (inflasi)
  • Nilai inventory akhir lebih mencerminkan harga pasar terbaru
  • Mengurangi risiko barang kedaluwarsa

Kekurangan FIFO:

  • Laba dapat terlihat lebih besar (padahal kenaikan karena inflasi)
  • Pajak bisa lebih tinggi karena HPP lebih rendah

Contoh Penerapan: Ritel, supermarket, F&B, farmasi, FMCG.

2. LIFO (Last In First Out)

LIFO mengasumsikan bahwa barang yang paling baru masuk justru dijual terlebih dahulu.

Cara Kerjanya:

  • Stok terbaru → dijual lebih dulu
  • Stok lama → disimpan

Kelebihan LIFO:

  • Cocok untuk barang yang fluktuatif harganya (logam, bahan baku industri)
  • HPP lebih tinggi saat biaya naik → laba terlihat lebih rendah → pajak lebih rendah

Kekurangan LIFO:

  • Tidak mencerminkan nilai stok yang sebenarnya di gudang
  • Jarang diterapkan di banyak negara karena tidak sesuai IFRS
  • Risiko stok lama menjadi rusak/usang

Contoh Penerapan: Industri bahan baku, pertambangan, manufaktur berat.

3. Average Method (Rata-rata)

Average Method menghitung nilai inventory berdasarkan harga rata-rata barang yang tersedia.

Cara Kerjanya:

Setiap pembelian baru → harga dirata-ratakan → menjadi dasar HPP dan nilai inventory akhir.

Kelebihan:

  • Stabil, tidak terpengaruh fluktuasi besar
  • Mudah diterapkan oleh software dan sistem POS
  • Laporan keuangan lebih konsisten

Kekurangan:

  • Tidak mencerminkan harga stok terbaru
  • Menghilangkan detail historis per batch

Contoh Penerapan: Warehouse besar, industri distribusi, e-commerce, retail.

4. Specific Identification Method

Menilai inventory berdasarkan item tertentu dengan harga beli yang unik.

Biasanya digunakan pada barang:

  • Bernilai tinggi
  • Tidak massal
  • Memiliki nomor seri unik

Kelebihan:

  • Sangat akurat
  • Cocok untuk aset mahal

Kekurangan:

  • Tidak cocok untuk barang massal
  • Perlu pelacakan yang detail

Contoh: Mobil, perhiasan, karya seni, alat berat.

5. HIFO, LOFO, dan Metode Non-Konvensional

Untuk penggunaan khusus (biasanya tidak umum), seperti:

  • HIFO (Highest In First Out) → barang paling mahal dijual dulu
  • LOFO (Lowest In First Out) → barang termurah dijual dulu

Biasanya digunakan untuk analisis internal, bukan laporan resmi.

Teknik Pengendalian Inventory Modern

1. EOQ (Economic Order Quantity)

EOQ adalah formula untuk menentukan jumlah pemesanan paling optimal agar biaya total minimal. Yang dihitung:

  • biaya pemesanan
  • biaya penyimpanan
  • permintaan tahunan

Manfaat EOQ:

  • Mencegah overstock
  • Menjaga biaya inventaris serendah mungkin
  • Mengoptimalkan modal kerja

2. ABC Analysis

Metode pemetaan barang berdasarkan kontribusi nilainya.

Kategori:

  • A: 20% barang → 80% nilai stok
  • B: 30% barang → 15% nilai
  • C: 50% barang → 5% nilai

Manfaat:

  • Fokus pada barang bernilai tinggi
  • Peningkatan efisiensi gudang
  • Pengambilan keputusan lebih baik

3. Safety Stock

Safety Stock = stok ekstra untuk mengantisipasi ketidakpastian.

Faktor perhitungan:

  • lead time pemasok
  • fluktuasi permintaan
  • tingkat layanan (service level)
  • varians penjualan

Safety stock menyelamatkan bisnis dari stock-out fatal.

Baca Juga: Penjelasan Rumus Safety Stock

4. Just In Time (JIT)

Sistem di mana inventory sangat minim dan hanya datang ketika dibutuhkan.

Keuntungan:

  • biaya penyimpanan rendah
  • waste lebih sedikit
  • alur produksi lebih ramping

Kekurangan:

  • sangat sensitif terhadap gangguan supply chain

Banyak pabrik Jepang menggunakan metode ini.

5. Reorder Point (ROP)

ROP adalah titik minimal stok ketika perusahaan harus melakukan pembelian ulang.

Rumus: ROP = (Pemakaian Harian × Lead Time) + Safety Stock

Fungsi:

  • mencegah keterlambatan pembelian
  • memastikan stok tidak kosong
  • otomatisasi replenishment

Kesalahan Umum dalam Mengelola Inventory

Kompetitor menjelaskan sedikit, Anda saya buatkan versi mendalam:

  • Mengandalkan pencatatan manual
  • Tidak menggunakan barcode atau sistem digital
  • Tidak menghitung lead time
  • Tidak mengecek kondisi gudang
  • Tidak menghitung biaya carrying cost
  • Kurang forecasting permintaan
  • Tidak mengecek kadaluwarsa
  • Tidak melakukan stock opname rutin

Strategi Modern Mengelola Inventory agar Lebih Efisien

  • Gunakan sistem inventory digital
  • Integrasikan dengan POS / ERP
  • Lakukan forecasting menggunakan data histori
  • Kurangi dead stock
  • Optimalkan layout gudang
  • Terapkan cross-docking
  • Lakukan audit stok berkala

Contoh Aplikasi atau Sistem Inventory Dalam Dunia Nyata

Aplikasi Inventory

Contoh aplikasi atau sistem inventory dalam dunia nyata adalah:

1. Barcode System

Sistem ini menggunakan kode batang (barcode) yang tercetak pada produk-produk yang dijual oleh perusahaan. Dengan memindai barcode tersebut menggunakan perangkat scanner, perusahaan dapat memantau jumlah inventory dan melakukan pembelian bahan baku atau barang jadi baru jika diperlukan.

2. Inventory Management Software

Sistem ini adalah aplikasi komputer yang digunakan untuk mengelola inventory secara otomatis. Aplikasi ini biasanya dilengkapi dengan fitur-fitur seperti pencatatan stok masuk dan keluar, pembuatan laporan inventory, dan pemberitahuan jika stok inventory mencapai batas minimal.

3. RFID System

Sistem ini menggunakan teknologi radio frequency identification (RFID) untuk memantau inventory secara otomatis.

RFID terdiri dari chip yang terpasang pada produk-produk yang dijual oleh perusahaan. Dengan memindai chip tersebut menggunakan perangkat RFID reader, perusahaan dapat memantau jumlah inventory dan melakukan pembelian bahan baku atau barang jadi baru jika diperlukan.

4. Kanban System

Sistem ini adalah metode pengelolaan inventory yang menggunakan kartu kanban (kartu sinyal) untuk menginformasikan kebutuhan bahan baku atau barang jadi ke supplier atau bagian produksi.

Setiap kali stok inventory mencapai batas minimal, kartu kanban akan dikeluarkan sebagai tanda untuk memulai proses pembelian atau produksi baru.

Dengan menggunakan sistem ini, perusahaan dapat mengelola inventory dengan lebih efektif dan efisien, karena hanya mengeluarkan bahan baku atau barang jadi sesuai dengan kebutuhan.

5. Vendor-Managed Inventory (VMI)

Sistem ini adalah metode pengelolaan inventory yang menyerahkan tanggung jawab pengelolaan inventory kepada supplier.

Supplier akan memantau kebutuhan inventory perusahaan dan secara otomatis mengirimkan bahan baku atau barang jadi baru jika diperlukan. Dengan menggunakan sistem ini, perusahaan dapat mengurangi biaya inventory dan meningkatkan efisiensi proses pembelian.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan inventory?

Inventory adalah persediaan barang yang digunakan untuk produksi dan penjualan.

2. Apa saja jenis inventory?

Raw materials, WIP, finished goods, MRO, consumables, dan spare parts.

3. Inventory termasuk aset apa?

Inventory adalah aset lancar.

4. Apa beda inventory dan stock?

Inventory mencakup semua jenis persediaan; stock hanya barang siap jual.

5. Apa fungsi inventory?

Menjamin produksi, memastikan barang tersedia, mengurangi biaya, dan meningkatkan layanan pelanggan.

Kesimpulan

Inventory adalah salah satu aset terpenting bagi perusahaan yang berpengaruh langsung terhadap produksi, operasional, dan profitabilitas. Pengelolaan inventory yang tepat dapat membantu bisnis mengurangi biaya, meningkatkan efisiensi, dan menjaga kepuasan pelanggan.

Dengan memahami jenis inventory, manfaat, proses, hingga strategi mengelolanya, perusahaan dapat menjalankan operasional secara lebih efektif dan siap berkompetisi di pasar modern.

Optimalkan Pengelolaan Inventory Bisnis Anda dengan TAG Samurai

Mengelola inventory bukan hanya soal mencatat keluar–masuk barang. Dalam bisnis modern, Anda membutuhkan sistem yang akurat, cepat, terintegrasi, dan mampu memberikan insight real-time untuk mendukung keputusan strategis. Inilah alasan mengapa banyak perusahaan mulai beralih ke TAG Samurai.

TAG Samurai adalah aplikasi manajemen aset yang dirancang untuk:

  • Mengelola stok secara real-time
  • Monitoring stok barang
  • Melakukan audit stok otomatis
  • Memberikan laporan inventory lengkap & mudah dipahami

Jika Anda ingin bisnis lebih efisien, lebih cepat, dan lebih akurat, maka TAG Samurai adalah solusi yang tepat.

Ingin Membuktikan Sendiri? Coba Demo TAG Samurai Secara Gratis!

Dapatkan pengalaman langsung menggunakan fitur-fitur premium TAG Samurai dan lihat bagaimana sistem yang tepat dapat meningkatkan produktivitas bisnis Anda.

banner demo gratis software inventory management tag samurai

Kania Sutisnawinata