Fixed Asset: Pengertian, Contoh dan Cara Mengelolanya

Fixed Asset adalah salah satu bagian penting dari perusahaan. Artikel ini akan membahas hal tersebut secara lengkap terkait aset tetap.

Apa Itu Fixed Asset?

Fixed Asset adalah barang dengan nilai yang tidak berubah dengan cepat dan digunakan dalam bisnis untuk menghasilkan pendapatan dalam jangka waktu yang lama.

Contoh aset tetap adalah barang-barang seperti bangunan, tanah, peralatan, perabot, kendaraan dan mesin. Aset-aset ini biasanya dibeli untuk menghasilkan pendapatan atau manfaat ekonomi lainnya selama periode waktu yang lama, biasanya lebih dari satu tahun.

Aset tetap dilaporkan di neraca perusahaan dan disusutkan selama masa manfaatnya. Penyusutan adalah metode akuntansi yang memungkinkan perusahaan untuk menyebarkan biaya aset selama umur yang diharapkan.

Apa Itu Non-Fixed Asset?

Aset Tidak Tetap adalah aset yang tidak melekat secara permanen pada bisnis dan dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Mereka juga dikenal sebagai aset bergerak atau aset berwujud. Contoh Aset Tidak Tetap antara lain kendaraan, furnitur, komputer, peralatan kantor, mesin, perkakas, dan bahan baku.

Aset Tidak Tetap memiliki umur yang lebih pendek daripada aset tetap dan memerlukan pemeliharaan rutin untuk memastikan mereka tetap berfungsi dengan baik. Mereka juga cenderung terdepresiasi nilainya dari waktu ke waktu.

Bagaimana Perusahaan Menggunakan Aset Tetap?

Perusahaan menggunakan aset tetap untuk menghasilkan atau menyediakan layanan. Mereka juga menggunakannya untuk menyimpan inventaris dan material sebagai bagian dari operasi bisnis mereka secara keseluruhan.
Nilai aset tetap perusahaan dapat dibagi menjadi dua kategori: dapat disusutkan dan tidak dapat disusutkan. Aset yang dapat disusutkan kehilangan nilainya dari waktu ke waktu karena waktu atau pengurangan nilai, sementara aset yang tidak dapat disusutkan mempertahankan nilainya.

Manfaat Memiliki Fixed Asset

Ada banyak manfaat memiliki aset tetap dalam bisnis. Mereka memberikan stabilitas, keamanan, dan rasa kepemilikan dan kontrol. Selain itu, mereka dapat menghasilkan pendapatan dan membantu meningkatkan arus kas. Aset tetap juga dapat membantu meningkatkan nilai keseluruhan perusahaan.

Jenis-Jenis Fixed Asset Perusahaan

Fixed Asset adalah aset fisik atau tidak berwujud yang digunakan oleh bisnis untuk menghasilkan pendapatan. Contoh aset tetap meliputi bangunan, mesin, peralatan, perabot dan perlengkapan, kendaraan, dan tanah.

Aset tetap tidak berwujud bersifat non-fisik dan dapat mencakup paten, hak cipta, merek dagang, dan goodwill. Aset tetap biasanya merupakan investasi jangka panjang yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan selama beberapa tahun.

Aset tetap dicatat di neraca perusahaan sebagai bagian dari total asetnya. Penyusutan digunakan untuk membebani biaya aset-aset ini selama masa manfaatnya. manajemen aset tetap adalah proses pelacakan dan pengelolaan aset tetap fisik dan tidak berwujud untuk tujuan akuntansi.

Contoh dari Fixed Asset

Contoh dari Fixed Asset

Sumber daya jangka panjang yaitu Fixed Asset digunakan untuk menghasilkan penjualan dan laba selama periode waktu yang lama.

Perusahaan harus melacak aset tetap mereka untuk memastikan aset tersebut disusutkan dengan benar untuk tujuan akuntansi dan untuk memastikan aset tersebut digunakan secara efektif. Berikut beberapa contoh dari Fixed Asset, antara lain:

1. Tanah

Aset tetap tanah adalah bagian fisik dari properti yang dimiliki oleh individu atau organisasi dan digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Contoh aset tetap tanah termasuk tanah pertanian, tanah kosong, real estat komersial, kompleks industri, dan perumahan.

Aset tetap tanah dapat diperoleh melalui pembelian, sewa, atau bentuk akuisisi lainnya. Selain menghasilkan pendapatan melalui penyewaan atau penjualan, aset tetap tanah juga dapat meningkat nilainya dari waktu ke waktu karena kekuatan pasar atau perbaikan yang dilakukan pada properti.

2. Gedung dan Bangunan

Bangunan merupakan salah satu contoh dari aset tetap mencakup gedung perkantoran, pabrik, gudang, dan ruang ritel yang digunakan untuk operasi bisnis.

Konstruksi adalah proses pembuatan atau renovasi bangunan untuk digunakan dalam bisnis. Ini bisa termasuk konstruksi baru atau perbaikan struktur yang sudah ada.

Baik bangunan maupun konstruksi bisa menjadi investasi yang mahal bagi perusahaan, tetapi keduanya juga memberikan sumber pendapatan yang penting.

3. Peralatan Kantor

Contoh aset tetap yang termasuk peralatan kantor seperti meja, kursi, dan komputer. Barang-barang ini digunakan dalam operasi bisnis sehari-hari dan dapat disusutkan dari waktu ke waktu untuk mengurangi penghasilan kena pajak.

4. Mesin

Contoh aset tetap mesin adalah item mesin atau peralatan yang telah dibeli oleh bisnis dan dipegang sebagai aset. Contohnya termasuk sistem komputer, mesin produksi, kendaraan, perabot kantor dan peralatan lainnya.

Barang-barang ini biasanya akan digunakan oleh bisnis untuk jangka waktu tertentu, di mana mereka dipelihara dan diservis secara teratur agar tetap berjalan dengan baik. Pada akhir masa manfaatnya, aset-aset ini dapat dijual atau dibuang dengan cara tertentu.

5. Alat Pengangkut

Contoh alat transportasi aset tetap seperti traktor. Traktor adalah kendaraan yang digunakan untuk menarik atau mendorong mesin pertanian, peralatan industri, dan bahan konstruksi melintasi tanah.

Fixed Asset Termasuk Kategori Apa?

Aset tetap termasuk dalam kategori aset jangka panjang. Ini adalah aset tidak lancar yang digunakan selama lebih dari satu tahun dalam operasi bisnis, seperti peralatan, tanah, bangunan, dan furnitur.

Aset tetap dibeli dengan tujuan untuk menghasilkan pendapatan atau memberikan manfaat lain dalam jangka waktu yang lama. Aset tetap biasanya tidak diharapkan untuk segera menghasilkan pendapatan dan mungkin memerlukan investasi besar di muka agar dapat berguna.

Cara Mengelola Fixed Asset yang Efektif

Fixed Asset adalah bagian penting dari bisnis apa pun. Mengelola aset-aset ini secara efektif sangat penting untuk keberhasilan bisnis. Untuk melakukan hal ini, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk memastikan bahwa semua aset tetap dikelola dengan baik.

Pertama, penting untuk melacak semua pembelian dan akuisisi aset tetap. Ini termasuk melacak biaya setiap pembelian, serta pajak atau biaya terkait. Catatan rutin juga harus disimpan untuk semua pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan yang dilakukan pada aset, serta perhitungan depresiasi atau amortisasi.

Kedua, penting untuk membuat rencana manajemen aset yang menguraikan bagaimana aset-aset tersebut akan digunakan dan dipelihara. Hal ini termasuk menetapkan proses untuk memonitor dan melaporkan kondisi setiap aset, serta prosedur untuk membuang aset-aset tersebut ketika aset-aset tersebut sudah usang atau tidak diperlukan lagi.

Ketiga, perusahaan harus membuat sistem untuk memastikan bahwa semua aset tetap diamankan dan dilindungi dengan baik dari pencurian atau kerusakan yang disebabkan oleh bencana alam seperti banjir atau kebakaran. Hal ini dapat mencakup langkah-langkah seperti memasang sistem keamanan atau memanfaatkan polis asuransi untuk melindungi properti berharga.

Terakhir, bisnis harus secara teratur meninjau inventaris aset tetap mereka untuk mengidentifikasi setiap peluang untuk mengurangi biaya atau meningkatkan produktivitas melalui peningkatan pemanfaatan aset tersebut. Dengan mengambil langkah-langkah ini, bisnis dapat memastikan bahwa aset tetap mereka dikelola secara efektif dan efisien untuk memaksimalkan nilainya dari waktu ke waktu.

Perbedaan Fixed Asset dan Current Asset

Fixed Asset adalah aset jangka panjang yang digunakan dalam bisnis dan tidak dimaksudkan untuk dijual atau dikonversi menjadi uang tunai, pada umumnya masa manfaat lebih dari satu tahun.

Sedangkan, aset lancar atau current asset adalah aset yang dapat dengan mudah dikonversi menjadi kas dalam waktu satu tahun. Contoh aset lancar termasuk uang tunai, piutang, persediaan, biaya dibayar di muka, dan surat berharga.

Aset lancar penting bagi bisnis karena menyediakan dana yang diperlukan untuk membayar kewajiban jangka pendek seperti utang dan biaya.

Apa Perbedaan Antara Aset Tetap dan Inventory?

Perbedaan besar antara fixed asset dan inventory (persediaan) adalah dari fungsinya. Aset tetap sendiri pada umumnya dimiliki oleh perusahaan untuk menghasilkan produk atau layanan. Sedangkan, untuk persediaan atau persediaan termasuk kedalam bahan baik, produk jadi atau produk masih dalam proses.
Berbeda dengan Aset tetap, inventory termasuk kedalam aset lancar di dalam neraca. Sedangkan, aset tetap termsuk kedalam aset jangka panjang. Hal ini artinya persediaan diharapkan oleh perusahaan untuk dapat dijual atau digunakan dalam satu tahun. Dalam hal likuiditas pun inventory lebih likuid dibandingkan dengan aset tetap.
Perbedaan lain antara aset tetap dan persediaan adalah bahwa aset tetap tidak dibeli untuk dijual kembali, sedangkan persediaan dibeli.
Aset tetap adalah hal-hal seperti bangunan, mesin, dan peralatan yang digunakan dalam proses produksi dan memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun. Di sisi lain, persediaan dibeli dari pemasok untuk dijual ke pelanggan.
Perbedaan signifikan terakhir antara aset tetap dan persediaan adalah bahwa aset tetap dicatat sebesar biaya historisnya. Sebaliknya, daftar dicatat sebesar biaya penggantiannya. Biaya historis adalah harga pembelian asli suatu aset, sedangkan biaya penggantian adalah harga penggantian suatu aset.

Perbedaan antara Tangible Asset dan Intangible Asset

Aset berwujud mengacu pada objek fisik yang memiliki nilai moneter dan dapat dibeli dan dijual. Contoh aset berwujud termasuk bangunan, tanah, peralatan, perabotan dan kendaraan.

Aset tidak berwujud mengacu pada benda-benda non-fisik yang memiliki nilai moneter tetapi tidak dapat dibeli atau dijual. Contoh aset tidak berwujud termasuk paten, merek dagang, hak cipta, dan goodwill.

Perbedaan utama antara aset berwujud dan tidak berwujud adalah bahwa aset berwujud bersifat fisik sedangkan aset tidak berwujud bersifat non-fisik.

Aset berwujud dapat dilihat dan disentuh sedangkan aset tidak berwujud tidak. Aset berwujud juga memerlukan biaya pemeliharaan, biaya penyimpanan, premi asuransi dan pajak sedangkan aset tidak berwujud tidak memerlukan biaya-biaya tersebut.

Aset berwujud juga dapat digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman sementara aset tidak berwujud tidak bisa. Terakhir, nilai aset berwujud cenderung berfluktuasi dari waktu ke waktu karena kondisi pasar, sementara nilai aset tidak berwujud tetap atau menurun sangat lambat dari waktu ke waktu.

Mengapa Manajemen Aset Tetap Penting?

Manajemen aset tetap merupakan cara untuk mengelola aset fisik organisasi dicatat dan dipelihara dengan benar. Aktivitas ini termasuk ke dalam pelacakan, pemeliharaan dan lain sebagainya.
Dengan manajemen aset juga termasuk ke dalam mengambil kebijakan serta prosedur untuk pengelolaan aset tetap dan memelihara catatan yang akurat dari semua transaksi terkait. Maka Manajemen Aset Tetap menjadi penting untuk perusahaan.

Rekomendasi Aplikasi Manajemen Aset Tetap

Rekomendasi Aplikasi Manajemen Aset Tetap

Mengelola aset tetap akan lebih mudah jika dibantu dengan software manajemen aset tetap. Tag Samurai memiliki teknologi terbaru, seperti kode RFID dan QR Code. Itu membuat pelacakan setiap aset yang Anda miliki dan menyimpan informasi aset lengkap menjadi lebih mudah.
Selain itu, Tag Samurai dapat menghitung penyusutan aset secara otomatis dan dapat diekspor dalam bentuk file pdf atau excel. Apakah Anda tertarik dengan Tag Samurai? Klik link ini untuk informasi lengkapnya!

Pertanyaan terkait Fixed Asset

1. Apa yang Dimaksud Dengan Fixed Asset Capital?

Modal Aset Tetap adalah aset yang telah diperoleh bisnis dan akan digunakan untuk jangka waktu yang lama. Ini termasuk barang-barang berwujud seperti bangunan, tanah, peralatan, furnitur, dan kendaraan.

Aset-aset ini digunakan untuk menghasilkan pendapatan atau memberikan layanan kepada pelanggan dalam jangka waktu yang lama. Modal Aset Tetap dicatat sebagai aset di neraca dan disusutkan selama masa manfaatnya.

2. Apa Peralatan Termasuk Fixed Asset?

Aset tetap adalah aset berwujud jangka panjang yang digunakan dalam operasi bisnis, biasanya untuk tujuan menghasilkan pendapatan.

Aset-aset ini sering dilaporkan di neraca perusahaan dan dapat bertahan selama beberapa tahun atau bahkan puluhan tahun. Aset tetap dapat disusutkan dari waktu ke waktu untuk memperhitungkan kehilangan nilainya secara bertahap.

3. Apakah Mobil Termasuk Fixed Asset?

Mobil tidak dianggap sebagai aset tetap. Aset tetap adalah barang yang dibeli untuk penggunaan jangka panjang dalam bisnis, dan tidak diharapkan untuk dikonversi menjadi uang tunai dalam waktu satu tahun.

Mobil umumnya dianggap sebagai aset yang dapat disusutkan karena kehilangan nilainya dari waktu ke waktu karena aus dan robek.

4. Apa Tanah Termasuk Fixed Asset?

Ya, tanah termasuk kedalam aset tetap. Fixed Asset adalah aset berwujud yang dimiliki untuk penggunaan jangka panjang, dan tanah termasuk dalam kategori ini.

Tanah memiliki nilai karena dapat digunakan untuk menghasilkan pendapatan atau apresiasi nilainya dari waktu ke waktu.

Tanah juga dapat digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman atau investasi, yang menjadikannya aset yang menarik bagi investor dan bisnis. Tanah tidak dapat diganti dengan mudah atau cepat, sehingga dianggap sebagai aset jangka panjang dengan nilai yang langgeng.