Patut Anda Ketahui! Ancaman Ransomware Cryptolocker

Era digital saat ini tidak sekedar dari segi monolitik saja, namun dari rangkaian progresif, maka penting untuk kita sadari. Mungkin kita hanya berada di tengah-tengah transformasi digital. Maka dari itu, untuk memahami akan kemajuan ini, penting melihat kembali asal kita darimana, dan tujuan kita kemana.

Ancaman dari era digital bisnis bagi perusahaan-perusahaan saat ini terbilang minimnya pengetahuan untuk mengarahkan. Dimana penjahat cyber terus menerus membuat formula untuk bisa masuk kedalam sistem keamanan IT perusahaan, bertujuan melakukan pencurian data dan meminta tebusan sejumlah uang.

Ransomware Cyrptolocker telah muncul di bulan September 2013 lalu, yang sampai saat ini dijadikan senjata oleh hacker. Ransomware itu adalah malware yang dibentuk untuk memperoleh data dan informasi berharga dengan mengenkripsi pada perangkat keras. Pada umunya, penjahat cyber hanya menginginkan uang tebusan.

Jenis-jenis ransomware memang berbeda, begitu juga cara kerja dan mengatasinya infeksi pada sebuah perangkat korban. Tipe ransomware cyrptolocker ini merupakan salah satu tertua di dunia. Pada saat itu, hacker mendekati botnet Cyrptolocker asli ke dalam ransomware.

Tampak sederhana, tetapi jenis ini dikategorikan mampu merusak karena menggunakan algoritma enkripsi terkuat. Mustahil, bagi perangkat seseorang terinfeksi serangan ransomware cryptolocker untuk bisa memulihkan datanya. Meskipun begitu, kita masih bisa melakukan pencegahan dengan cara mengatasi ransomware jenis ini.

Cara Perusahaan Mengatasi Serangan Ransomware

Cara Perusahaan Mengatasi Serangan Ransomware

Perusahaan-perusahaan di dunia hingga saat ini, masih beranggapan bahwa ransomware menjadi momok paling menakutkan. Dimana praktisi keamanan cyber dan penegak hukum memberikan himbauan kepada korban dari keganasan ransomware untuk tidak membayar tebusan.

Alasannya sangat sederhana dan berlogika, meski sudah membayar tebusan tidak ada jaminan apapun terhadap korban agar komputer dan data di dalamnya bisa kembali diakses. Bahkan, komputer korban masih terinfeksi dengan malware dan juga berpeluang kembali dijadikan target.

Jika perangkat dan sistem pada organisasi yang terinfeksi virus malware dari ransomware, maka yang harus dilakukan adalah:

  • Memutuskan koneksi jaringan di setiap komputer dan juga smartphone.
  • Mematikan jaringan pada WI-FI dan semua core network, pada saat situasi serius.
  • Segera mereset credential termasuk password. Perlu diingat, jangan melakukan lock-out administrator di sistem untuk keperluan recovery akses.
  • Menginstall ulang sistem operasi di perangkat yang terkena infeksi.
  • Ketika ingin melakukan restore, sebaiknya memastikan perangkat terbebas malware. Dengan begitu, bisa menginstall ulang dari bootable installer, dan memastikan perangkat yang dibackup sudah bersih dari malware.
  • Jika berminat untuk melakukan unduh/download, install ulang, maupun update sistem operasi. Terlebih dahulu memastikan konenksi jaringan sudah bersih dari malware.
  • Setelah itu, install, update dan menjalanlan anti ransomware dari Heimdal Ransomware Encryptiom Protection.
  • Pemantauan traffic jaringan dan scan dengan antivirus heimdal security terbaru, sangat berguna mengidentifikasi jika masih ada malware.
  • Langkah terakhir mengkomunikasikan insiden tersebut ke semua pemangku penting.

Dengan adanya beberapa cara mengatasi serangan ransomware pada perusahaan yang telah kami bahas di atas, semoga bisa bermanfaat bagi IT Security Anda.

Kesimpulan

Untuk bisa melindungi data atau informasi penting yang kita miliki tentunya, Anda bisa mengikuti beberapa langkah di atas agar terhindar dari serangan ransomware ini. Jika, Anda mengalami kesulitan dengan menggunakan beberapa cara mengatasi hal tersebut bisa menghubungi ASDF.ID untuk memberikan solusi terbaik terkait serangan ransomware yang sampai saat ini menjadi musuh dari para anti rasomware.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.