Material Handling Adalah
Dalam dunia operasional, pergudangan, logistik, dan industri apa pun yang melibatkan proses produksi atau distribusi, istilah handling merupakan bagian yang sangat penting. Namun, masih banyak perusahaan yang belum memahami arti handling secara menyeluruh. Banyak yang menganggap bahwa handling hanya sekadar memindahkan barang, padahal konsepnya jauh lebih luas dan berhubungan langsung dengan efisiensi kerja, keselamatan karyawan, dan biaya operasional.
Handling Adalah Apa?
Handling adalah proses penanganan, pemindahan, pengangkutan, penyimpanan, pengaturan, serta pengendalian material atau barang dalam alur operasional perusahaan.
Kegiatan handling dilakukan untuk memastikan barang dapat bergerak dari satu titik ke titik lain dengan cepat, aman, dan teratur. Handling dapat dilakukan secara:
- manual oleh tenaga manusia
- menggunakan alat mekanis
- menggunakan sistem otomatis
Baca juga: Petty Cash: Arti, Fungsi, Cara Mengelola, Contoh Penggunaan
Dalam industri, handling bukan hanya memindahkan barang secara fisik. Handling juga mencakup bagaimana barang diatur, disimpan, dilindungi, dan dikontrol agar proses operasional berjalan lancar.
Dengan definisi ini, kita dapat menyimpulkan bahwa handling memiliki peran vital dalam menjaga kelancaran supply chain, baik dalam gudang, pabrik, retail, maupun distribusi.
Material Handling Adalah
Material handling adalah seluruh aktivitas yang berkaitan dengan penanganan, penyimpanan, perlindungan, dan pengendalian material dalam proses manufaktur, logistik, distribusi, dan penyimpanan pada:
- warehouse (gudang)
- pabrik (manufacturing)
- pusat distribusi
- retail
- proyek konstruksi
- proses supply chain
Secara sederhana:
Material handling adalah proses memastikan material berada pada tempat yang tepat, dalam kondisi tepat, pada waktu yang tepat, dengan metode yang efisien.
Jika handling dilakukan dengan buruk, maka proses operasional akan terganggu, biaya meningkat, dan risiko kecelakaan semakin besar.
Fungsi Handling dalam Operasional Perusahaan

Handling memiliki banyak fungsi penting dalam kegiatan bisnis dan operasional sehari-hari. Berikut adalah fungsi handling yang paling utama:
1. Memindahkan Barang dengan Efisien
Fungsi paling mendasar dari handling adalah memindahkan barang. Namun yang sering tidak dipahami adalah bahwa pemindahan tersebut harus dirancang agar:
- waktu perpindahan lebih cepat
- tenaga kerja tidak kelelahan
- risiko kecelakaan berkurang
- barang tidak rusak
Pemindahan yang tidak efisien bisa menyebabkan bottleneck (hambatan) dalam proses produksi.
2. Melindungi Material dari Kerusakan
Handling yang salah dapat menyebabkan material rusak bahkan sebelum digunakan. Ini dapat menimbulkan kerugian besar terutama pada bisnis:
- manufaktur
- produksi elektronik
- makanan dan minuman
- logistik distribusi
Dengan melakukan handling yang benar, risiko kerusakan dapat ditekan hingga lebih dari 50%.
3. Mempercepat Proses Kerja
Karena handling terjadi pada semua tahap operasional, kecepatan proses sangat menentukan produktivitas perusahaan.
Handling yang baik memastikan:
- pergerakan barang lancar
- proses picking lebih cepat
- barang mudah ditemukan
- beban kerja karyawan tidak berlebihan
4. Mengurangi Risiko Kecelakaan Kerja
Handling yang baik selalu mengikuti standar keselamatan.
Kecelakaan dalam kegiatan handling biasanya disebabkan oleh:
- teknik mengangkat yang salah
- penggunaan alat tidak sesuai
- beban terlalu berat
- jalur pergerakan barang tidak jelas
Dengan sistem handling yang terorganisir, perusahaan dapat menurunkan kecelakaan kerja secara signifikan.
5. Menghemat Biaya Operasional
Biaya dalam handling sering kali tersembunyi, seperti:
- kerusakan material
- tenaga manusia yang tidak efisien
- waktu habis untuk mencari barang
- alat handling tidak produktif
- perpindahan barang bolak-balik
Dengan sistem handling yang tepat, perusahaan dapat menghemat biaya operasional 20–40%.
Baca juga: Bill of Materials: Arti, Jenis, Fungsi, Langkah Pembuatan
Tujuan Utama Handling
Handling dirancang untuk mencapai beberapa tujuan penting bagi operasional perusahaan:
- mengurangi jarak perpindahan material
- meminimalkan waktu pemindahan
- mencegah kerusakan material
- meningkatkan efisiensi kerja
- mengoptimalkan penggunaan ruang
- meningkatkan keselamatan kerja
- mengurangi tenaga manusia berlebih
- menstandardisasi pergerakan barang
- mempercepat proses produksi
- memperkecil risiko kehilangan material
Handling bukan hanya soal memindahkan barang—melainkan menciptakan alur pergerakan material yang efisien dan aman.
Prinsip-Prinsip Material Handling yang Benar
Untuk memaksimalkan efisiensi, handling harus mengikuti prinsip-prinsip berikut:
1. Prinsip Perencanaan (Planning Principle)
Semua pergerakan barang harus dipetakan sebelum dilakukan.
2. Prinsip Standarisasi (Standardization Principle)
Gunakan metode, alat, dan SOP seragam agar lebih mudah dikendalikan.
3. Prinsip Penggunaan Ruang (Space Utilization Principle)
Optimalkan ruang:
- horizontal
- vertikal
- area forklift
- jalur pergerakan
4. Prinsip Ergonomi (Ergonomic Principle)
Utamakan kenyamanan dan keselamatan pekerja.
5. Prinsip Otomatisasi (Automation Principle)
Gunakan alat yang mampu mempercepat proses.
6. Prinsip Waktu (Time Principle)
Kurangi waktu tidak produktif, seperti:
- mencari barang
- memindahkan barang berulang
- menunggu peralatan
7. Prinsip Biaya (Cost Principle)
Pilih metode yang menghemat biaya tanpa mengorbankan kualitas.
Jenis-Jenis Handling dalam Operasional
Handling dapat dibagi menjadi tiga kategori besar:
1. Manual Handling
Dilakukan oleh tenaga manusia tanpa bantuan alat berat.
Contoh:
- mengangkat kotak kecil
- menyusun barang di rak
- menata barang di meja packing
- picking barang di gudang
2. Mechanical Handling
Menggunakan alat bantu untuk memindahkan beban lebih besar.
Contoh alat:
- forklift
- pallet jack
- conveyor
- crane
- hand truck
- stacker elektrik
Mechanical handling digunakan untuk beban besar, berat, atau volume tinggi.
3. Automated Handling
Menggunakan sistem otomatis berbasis teknologi.
Contoh:
- robot gudang
- AS/RS (Automatic Storage & Retrieval System)
- AGV (Automated Guided Vehicle)
- conveyor otomatis
Dipakai oleh pabrik dan warehouse besar untuk percepatan operasional.
Contoh Kegiatan Handling di Perusahaan
Berikut contoh paling umum:
- memindahkan barang dari receiving ke storage
- loading barang dari truk
- unloading barang ke gudang
- menata pallet di area penyimpanan
- memindahkan bahan baku ke area produksi
- mengangkat barang menggunakan forklift
- picking barang untuk pesanan
- packing produk sebelum pengiriman
- cross-docking barang
- memindahkan material antar divisi
Handling terjadi di setiap rantai proses, sehingga memiliki pengaruh besar pada produktivitas.
Risiko Handling yang Buruk
Handling yang tidak tepat dapat menyebabkan:
- kecelakaan kerja
- material rusak sebelum diproduksi
- produk tidak layak jual
- penundaan produksi
- kerugian logistik
- pembengkakan biaya operasional
- produktivitas menurun
- pekerja cedera karena beban berat
- ketidakteraturan alur barang
Handling yang buruk adalah salah satu penyebab utama kerugian di perusahaan manufaktur dan gudang.
Peralatan Material Handling yang Umum Digunakan

Beberapa alat handling yang paling populer di industri:
- Forklift (alat angkat berat)
- Pallet Jack (manual/elektrik)
- Conveyor (alat otomatis)
- Hand Truck
- Crane
- Stacker Elektrik
- Trolley Warehouse
- AGV (Robot handling)
Pemilihan alat harus sesuai dengan jenis barang, berat, dan alur perpindahan.
Bagaimana Meningkatkan Efisiensi Handling dalam Perusahaan
Untuk meningkatkan efisiensi handling, perusahaan dapat melakukan langkah berikut:
- Gunakan alat sesuai kebutuhan
- Buat jalur pergerakan barang yang jelas
- Gunakan rak penyimpanan yang tepat
- Susun layout gudang secara strategis
- Latih pekerja mengenai teknik handling aman
- Lakukan perawatan alat berkala
- Gunakan digitalisasi untuk melacak barang
- Minimalkan perpindahan barang berulang
Perubahan kecil dalam handling bisa memberikan peningkatan efisiensi yang besar.
Material Handling dan Peran Digitalisasi Modern
Perusahaan modern tidak lagi mencatat handling secara manual.
Kini digunakan:
- barcode
- QR code
- RFID
- NFC
- sensor IoT
- software tracking
Dengan digitalisasi, perusahaan dapat:
- melacak pergerakan material real-time
- mempercepat audit dan stock opname
- mengurangi kehilangan barang
- menjaga akurasi data
- mempermudah analisis operasional
Digitalisasi adalah masa depan handling di industri mana pun.
FAQ: Handling Adalah
1. Handling adalah apa?
Handling adalah proses memindahkan, menyimpan, mengatur, dan menangani material dalam operasional perusahaan.
2. Apa tujuan utama handling?
Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi, menjaga keamanan barang, mengurangi biaya, dan mempercepat workflow.
3. Apa contoh handling?
Mengangkat barang, menggunakan forklift, menyusun pallet, industri picking, dan perpindahan antar divisi.
4. Apa perbedaan handling dan material handling?
Handling umum, sedangkan material handling khusus untuk penanganan material di supply chain dan produksi.
5. Mengapa handling penting dalam logistik?
Karena handling menentukan kecepatan dan kelancaran perpindahan barang dari receiving hingga shipping.
Kesimpulan
Handling adalah proses penting dalam operasional bisnis, logistik, dan pergudangan yang mencakup pemindahan, penyimpanan, pengaturan, dan pengendalian material.
Handling yang baik memberikan keuntungan seperti:
- proses kerja lebih cepat
- biaya operasional lebih rendah
- keamanan meningkat
- risiko kerusakan menurun
- alur barang lebih rapi
- produktivitas meningkat
Dengan memahami prinsip handling, menggunakan peralatan yang tepat, serta memanfaatkan teknologi digital, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan bersaing lebih kuat di industri modern.
Rekomendasi Aplikasi Asset Management TAG Samurai
Lindungi Barang dari Kerusakan atau Kedaluwarsa
TAG Samurai tidak hanya melacak lokasi, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam tentang kondisi setiap barang. Dengan pemantauan kondisi inventaris secara akurat, Anda dapat mengidentifikasi barang yang mendekati batas kedaluwarsa atau yang memerlukan perlakuan khusus. Ini membantu mencegah kerugian dan menjaga kualitas produk.
Optimalkan Stok dan Prediksi Permintaan
Dengan pemahaman yang mendalam tentang data inventaris, Anda dapat mengoptimalkan stok Anda. TAG Samurai Inventory Management membantu Anda memprediksi permintaan pelanggan, mengurangi risiko stok kosong atau kelebihan persediaan. Ini memberikan kontrol yang lebih baik atas aspek finansial bisnis Anda.
Mengoptimalkan Siklus Hidup Barang
Dengan pemahaman yang mendalam tentang kondisi inventaris, Anda dapat mengoptimalkan siklus hidup setiap barang. Ini berarti mengurangi pemborosan, meningkatkan efisiensi pengelolaan stok, dan memastikan bahwa setiap produk dimanfaatkan sepenuhnya sebelum mencapai akhir siklusnya.
Baca juga: Point of Sales: Arti, Cara Kerja, Fungsi, Manfaat





