Credential Cracking: Arti, Cara Kerja, Contoh, Dampak, dan Cara Mencegahnya

Credential Cracking: Arti, Cara Kerja, Contoh, Dampak, dan Cara Mencegahnya

Credential cracking adalah salah satu teknik serangan siber paling umum yang digunakan peretas untuk membobol akun pengguna atau sistem perusahaan. Serangan ini terjadi ketika hacker mencoba berbagai kombinasi username dan password hingga berhasil masuk.

Di artikel ini, kamu akan menemukan penjelasan lengkap mengenai apa itu credential cracking, bagaimana cara kerjanya, contoh kasus nyata, tanda-tanda terjadinya serangan, serta langkah pencegahannya.

Apa Itu Credential Cracking?

Credential cracking adalah teknik peretasan yang bertujuan untuk mendapatkan akses ilegal ke akun atau sistem dengan mencoba berbagai kombinasi kredensial login, baik secara manual maupun otomatis.

Serangan ini biasanya dilakukan menggunakan software otomatis seperti Hydra, John the Ripper, Hashcat, dan Burp Suite Intruder, sehingga dapat menguji ribuan hingga jutaan kombinasi password dalam waktu singkat.

Tujuan utama serangan Credential Cracking:

  • Mengambil alih akun pengguna
  • Mengakses data sensitif
  • Menyebarkan malware ke dalam sistem
  • Melakukan pencurian identitas
  • Menyusup ke jaringan perusahaan untuk eskalasi serangan.

Baca juga: Password Spraying: Arti, Cara Kerja, Pencegahannya

Bagaimana Cara Kerja Credential Cracking?

Cara Kerja Credential Cracking

Untuk memahami cara kerja credential cracking, mari kita bahas secara lebih rinci:

1. Mengumpulkan Informasi

Hacker biasanya melakukan pencarian data seperti:

  • Email yang digunakan user
  • Username internal
  • Kebiasaan password
  • Data bocor dari breach sebelumnya

Metode yang sering digunakan:

  • OSINT (Open Source Intelligence)
  • Scanning terhadap server/login page
  • Social engineering

2. Memilih Metode Serangan

Beberapa teknik yang paling sering digunakan:

  • Brute Force Attack: Metode ini dilakukan dengan cara menebak setiap kombinasi karakter sampai cocok.
  • Dictionary Attack: Peretas menggunakan daftar kata-kata umum atau kata-kata yang mungkin digunakan sebagai password seperti, “123456”, “qwerty”, atau “admin123”.
  • Credential Stuffing: Metode ini dilakukan peretas dengan menggunakan email + password yang dicuri dari website lain yang sudah pernah bocor.
  • Rainbow Table Attack: Peretas mencari password berdasarkan hash yang sudah direkam di tabel rainbow.
  • Password Spraying: Peretas mencoba sedikit password populer ke banyak akun sekaligus – low detection.

3. Melakukan Percobaan Login

Setelah menentukan target, peretas menjalankan script atau tools untuk melakukan ribuan percobaan login dalam waktu yang singkat

4. Mendapatkan Akses dan Melakukan Eskalasi

Setelah berhasil masuk, peretes bisa melakukan:

  • Pencurian data sensitif
  • Memasang backdoor
  • Menyebarkan ransomware
  • Mengakses sistem lain dalam jaringan

5. Pembersihan Jejak

Setelah mendapatkan akses yang diinginkan, peretas seringkali akan mencoba untuk menghapus jejak mereka agar sulit dilacak. Ini dapat dilakukan dengan menghapus log aktivitas atau mencoba untuk menyamarkan aktivitas mereka agar terlihat seperti akses yang sah.

Baca juga: Exploit Kit: Arti, Cara Kerja, dan Cara Mencegahnya

Contoh Kasus Credential Cracking di Dunia Nyata

1. Pelanggaran Data Yahoo (2013-2014)

Salah satu pelanggaran data terbesar dalam sejarah menimpa Yahoo. Insiden yang terjadi pada 2013-2014, namun baru terungkap sepenuhnya pada 2016, yang membahayakan 3 miliar akun pengguna. Data yang dicuri emncakup nama, tanggal lahir, nomor telepon serta kata sandi yang dienkripsi.

2. Serangan terhadap Canva (2019)

Pada Mei 2019, peretas bernama “GnosticPlayers” menyerang canva dan berhasil mencuri data 139 juta pengguna. Serangan ini memanfaatkan kombinasi teknik credential cracking melalui brute force untuk menebak kata sandi, serta credential stuffing dengan menggunakan kredensial yang bocor dari insiden lain. 

3. Pelanggaran Data Equifax (2017)

Biro pelaporan kredit AS, Equifax, mengalami peretasan besar pada 2017 yang berdampak pada sekitar 147 juta orang. Data yang bocor sangat sensitif, mulai dari mana, nomor jaminan sosial, hingga tanggal lahir dan alamat. Meski serangan awal memanfaatkan kerentanan aplikasi web, kredensial yang dicuri kemudian dapat disalahgunakan untuk penipuan identitas.

Baca Juga: Tipe Ransomware Yang Paling Sering Menyerang

Dampak Credential Cracking bagi Perusahaan

Dampak dari Credential Cracking

Credential cracking atau peretasan kredensial memiliki dampak yang serius baik bagi individu maupun organisasi. Berikut adalah beberapa dampak utamanya:

1. Kehilangan Data Sensitif

Peretasan kredensial dapat mengakibatkan pencurian data sensitif, seperti informasi pribadi, informasi keuangan, atau informasi medis. Data-data ini sering digunakan untuk identitas pencurian, penipuan keuangan, atau penyerangan lainnya terhadap korban.

2. Penyalahgunaan Identitas

Dengan mendapatkan akses ke akun pengguna, peretas dapat menyalahgunakan identitas mereka untuk melakukan kegiatan kriminal atau menipu orang lain. Identitas yang dicuri dapat digunakan untuk mengajukan pinjaman, membuka rekening bank palsu, atau melakukan pembelian online yang tidak sah.

3. Kerugian Keuangan

Peretasan kredensial dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi individu yang menjadi korban. Hal ini bisa meliputi kehilangan uang dari rekening bank yang diretas, biaya hukum untuk memulihkan kerugian, atau kerugian finansial lainnya akibat penipuan yang dilakukan oleh peretas menggunakan informasi yang dicuri.

4. Kerugian Reputasi

Ketika akun pengguna diretas, ini dapat merusak reputasi individu atau organisasi yang terkait dengan akun tersebut. Korban sering kali mengalami kerugian reputasi karena tindakan kriminal yang dilakukan oleh peretas menggunakan identitas mereka. Organisasi juga dapat kehilangan kepercayaan pelanggan jika data pelanggan mereka diretas dan digunakan untuk kegiatan yang tidak sah.

5. Ketidakstabilan Keamanan

Peretasan kredensial juga dapat mengakibatkan ketidakstabilan dalam keamanan sistem dan infrastruktur organisasi. Jika peretas berhasil mendapatkan akses ke sistem yang sensitif, mereka dapat menggunakan akses tersebut untuk menyerang sistem lain dalam jaringan atau untuk melakukan serangan terhadap infrastruktur kritis.

6. Gangguan Layanan

Jika akun-akun penting diretas, ini dapat menyebabkan gangguan dalam penyediaan layanan. Misalnya, jika akun administrator sistem diretas, ini dapat mengakibatkan gangguan dalam operasi sistem dan layanan yang disediakan oleh organisasi.

Tanda-Tanda Terjadi Credential Cracking

Ada beberapa tanda-tanda terjadinya credential cracking, maka dari itu, perusahaan dapat mengenali serangan melalui:

  • Banyak login gagal dalam waktu singkat
  • Login dari negara atau lokasi tidak bisa
  • Lonjakan traffic ke endpoint login atau API auth
  • IP address yang mencoba login ke banyak akun
  • Login sukses tapi berasal dari user behavior yang tidak normal

Cara Mendeteksi Percobaan Credential Cracking

Cara Mendeteksi Percobaan Credential Cracking

Mendeteksi percobaan credential cracking adalah langkah penting dalam menjaga keamanan akun dan sistem. Berikut adalah beberapa cara untuk mendeteksi percobaan tersebut:

1. Pemantauan Aktivitas Login

Lakukan pemantauan aktivitas login secara rutin melalui log auditing dan SIEM untuk melihat pola login yang tidak biasa, seperti peningkatan login gagal atau percobaan akses dari akun yang tidak aktif.

2. Geo-Based Login Detection

Aktifkan deteksi login berbasis lokasi untuk memblokir atau memberi peringatan ketika ada percobaan login dari negara yang berisiko tinggi atau tidak sesuai dengan pola akses normal pengguna.

3. Pembatasan Percobaan Login

Terapkan pembatasan jumlah percobaan login yang gagal (rate limiting) untuk mencegah peretas mencoba ribuan kombinasi password dalam waktu singkat menggunakan bot atau script otomatis.

4. IDS/IPS

Gunakan sistem Intrusion Detection/Prevention (IDS/IPS) untuk mengidentifikasi pola brute force attack atau aktivitas mencurigakan lainnya yang menargetkan halaman login maupun API autentikasi.

5. Alerting System

Bangun sistem peringatan otomatis untuk mendeteksi aktivitas abnormal, seperti lonjakan login gagal, upaya password spraying, atau login dari perangkat dan lokasi yang tidak dikenal, sehingga respons dapat dilakukan dengan cepat.

Cara Mencegah Credential Cracking

Cara Mencegah Credential Cracking

Mencegah credential cracking merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan akun dan sistem. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan credential cracking:

1. Gunakan Password yang Kuat dan Unik

Gunakan password minimal 12 karakter dengan kombinasi huruf, angka, dan simbol. Password yang kompleks membuat brute force dan dictionary  attack jauh lebih sulit.

2. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)

2FA menambah lapisan keamanan dengan meminta kode verifikasi tambahan. Meski password dicuri, akun tetap terlindungi tanpa faktor kedua.

3. Batasi Percobaan Login

Terapkan lockout otomatis setelah beberapa kali login gagal. Pembatasan ini mencegah bot mencoba ribuan kombinasi password sekaligus.

4. Gunakan CAPTCHA

CAPTCHA memastikan hanya manusia yang bisa melakukan login, sehingga bot brute force tidak dapat menjalankan serangan otomatis.

5. Implementasi Paswordless Security

Gunakan biometrik, magic link, atau passkey untuk mengurangi ketergantungan pada password yang rawan ditebak atau dicuri.

6. Gunakan Endpoint Detection & Response (EDR)

EDR mendeteksi aktivitas mencurigakan pada perangkat dan dapat mengidentifikasi upaya credential cracking sejak dini.

7. Enkripsi Data

Enkripsi data saat “at-rest” maupun “in-transit” memastikan informasi sensitif tetap aman meskipun berhasil diakses peretas.

Baca juga: Supply Chain Attack: Arti, Contoh, Cara Mencegah

Rekomendasi Solusi Keamanan yang Efektif

Untuk mencegah Credential Cracking dan serangan lanjutan seperti ransomware, perusahaan membutuhkan perlindungan tingkat lanjut. Heimdal Security  menghadirkan perlindungan cyber premium yang menciptakan lapisan keamanan ekstra untuk bisnis prestisius seperti milik Anda. Dengan teknologi canggih dan pemantauan proaktif, solusi ini tidak hanya melindungi data berharga, tetapi juga menjaga reputasi bisnis Anda dari ancaman siber. Pilih yang terbaik, pilih Heimdal Security.

Dengan kombinasi teknologi DNS filtering, detection AI, dan real-time monitoring, Heimdal Security mejadi salah satu solusi terbaik untuk mencegah credential cracking di level perusahaan.

FAQ

1. Apakah credential cracking ilegal?

Ya, semua kegiatan menebak password untuk mengakses sistem tanpa izin adalah tindakan kriminal.

2. Apa contoh credential cracking?

Serangan brute force, password spraying, rainbow table attack, dan credential stuffing.

3. Bagaimana cara mengetahui apakah akun saya di crack?

Periksa riwayat login, apakah ada lokasi asing atau perangkat baru.

4. Apa perbedaan dictionary attack dan brute force?

Brute force mencoba semua karakter, dictionary memakai daftar kata umum.

5. Apa yang menyebabkan credential cracking mudah terjadi?

Password lemah dan kebiasaan memakai password yang sama di banyak situs.

Kesimpulan

Credential cracking merupakan ancaman serius dalam dunia digital yang dapat mengakibatkan kerugian besar bagi individu dan organisasi. Dengan memahami metode yang digunakan oleh peretas serta langkah-langkah perlindungan yang dapat diambil, kita dapat meningkatkan kesadaran akan keamanan informasi dan mengurangi risiko menjadi korban peretasan. Keamanan informasi harus menjadi prioritas bagi semua orang, dan langkah-langkah pencegahan yang tepat dapat membantu mencegah terjadinya credential cracking dan melindungi data sensitif dari akses yang tidak sah.

Kania Sutisnawinata