Barcode adalah: Arti, Komponen, Manfaat, Cara Penggunaan

Barang-barang yang kita beli, kirim, dan konsumsi setiap hari seringkali membawa sebuah kode rahasia yang bersembunyi di balik garis hitam yang tampak sederhana. Barcode, teknologi yang mungkin dianggap sepele oleh banyak orang, sebenarnya memiliki peran yang sangat penting dalam dunia perdagangan, manufaktur, dan logistik. Dalam artikel ini, kita akan mengungkap keajaiban di balik garis hitam tersebut, menjelajahi sejarahnya, teknologi yang ada di dalamnya, dan berbagai aplikasinya yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya.

Apa itu Barcode

Barcode, atau kode batang, adalah representasi grafis dari data yang dapat dibaca oleh mesin. Biasanya terdiri dari garis hitam dan ruang yang diatur secara khusus untuk menyandikan informasi seperti identifikasi produk, nomor seri, atau data lainnya. Hal ini digunakan secara luas dalam berbagai industri untuk mempermudah proses identifikasi, pelacakan, dan manajemen data.

Baca juga: Inventory Analysis adalah: Arti, Metode, Manfaat, Tantangan

Sejarah Barcode

Sejarah barcode dimulai pada tahun 1948, ketika dua orang penemu, Bernard Silver dan Norman Joseph Woodland, menciptakan sistem barcode sebagai solusi untuk membantu otomatisasi proses checkout di toko dan mengatasi masalah pelacakan inventaris secara manual. Ide ini muncul ketika Silver sedang bekerja di sekitar industri kereta api dan mendengarkan pembicaraan tentang perlunya sistem otomatis untuk melacak barang di toko.

Berikut adalah perkembangan sejarahnya:

1948 – Penemuan Awal

Bernard Silver dan Norman Joseph Woodland mendapatkan hak paten untuk ide sistem ini. Mereka merancang hal ini menggunakan teknik pencitraan, yang pada awalnya berupa cakram dan garis vertikal.

1952 – Kode Bull’s Eye

Woodland mengembangkan ide cakram menjadi kode Bull’s Eye, yang terdiri dari lingkaran sasaran dengan berbagai tingkat keabuan di sekitarnya. Meskipun tidak pernah diimplementasikan secara luas, ide ini membawa konsep kode batang satu langkah lebih maju.

1966 – Implementasi Pertama

Kode batang pertama kali diimplementasikan di industri sebagai bagian dari proyek di Balai Penelitian Kode Batang di Universitas State College of Florida. Kode ini digunakan untuk mengidentifikasi lokasi kereta api dan vagon.

1970-an – Pengenalan Universal Product Code (UPC)

UPC, sistem kode batang yang paling dikenal, mulai diperkenalkan pada tahun 1970-an. Pada tahun 1974, sebuah paket permen karet Wrigley’s dijual dengan menggunakan UPC, menjadikannya produk pertama yang menggunakan barcode untuk tujuan komersial.

1980-an – Penggunaan yang Meluas

Penggunaannya meluas di berbagai industri, terutama di bidang ritel dan manufaktur. Sistemnya digunakan untuk melacak inventaris, memproses transaksi kasir lebih cepat, dan meningkatkan efisiensi operasional.

1990-an – Kode Batang 2D dan QR Code

Kode batang 2D dan QR Code diperkenalkan sebagai evolusi dari barcode tradisional. QR Code, yang dikembangkan oleh perusahaan Jepang Denso Wave, muncul pada tahun 1994 dan dapat menyimpan lebih banyak informasi dibandingkan dengan barcode 1D.

2000-an – RFID dan Inovasi Lainnya

Radio-Frequency Identification (RFID) mulai menjadi alternatif untuk barcode pada tahun 2000-an. RFID menggunakan gelombang radio untuk mengidentifikasi dan melacak objek tanpa perlu kontak langsung.

2010-an dan Seterusnya – Integrasi Kecerdasan Buatan dan QR Code Dominan

Kecerdasan Buatan semakin terintegrasi dalam pembacaan dan interpretasi data dari barcode. QR Code menjadi semakin dominan, terutama dalam aplikasi ponsel pintar di mana pengguna dapat dengan mudah membaca QR Code untuk mengakses informasi lebih lanjut.

Cara Kerja Barode

Cara Kerja Barcode

Cara kerjanya melibatkan pengkodean data menjadi urutan garis hitam dan ruang yang dapat dibaca oleh perangkat pemindai (scanner) menggunakan cahaya. Berikut adalah langkah-langkah umum tentang bagaimana hal ini bekerja:

Pemilihan Sistem Kode Batang

Pertama, sistemnya atau jenis kode batang yang akan digunakan dipilih berdasarkan kebutuhan aplikasi. Jenis-jenis ini bisa bervariasi, seperti Universal Product Code (UPC), Code 128, QR Code, dan lainnya.

Pengkodean Data

Data yang ingin diwakili oleh barcode diubah menjadi urutan angka atau karakter sesuai dengan aturan kode batang yang dipilih. Setiap digit atau karakter memiliki representasi dalam bentuk garis hitam dan ruang.

Penentuan Lebar dan Jarak

Setelah data dikodekan, sistem menentukan lebar dan jarak antara garis hitam dan ruang. Ini memastikan bahwa pemindai dapat dengan akurat membaca dan mengidentifikasi setiap karakter atau digit.

Generasi Gambar Barcode

Gambar yang dihasilkan berdasarkan data yang telah dikodekan dan aturan lebar serta jarak. Gambar ini kemudian dicetak atau ditampilkan di media yang sesuai, seperti kemasan produk atau dokumen.

Pemindaian Barcode

Ketika barcode dihadapkan ke pemindai, cahaya yang dipancarkan oleh pemindai melewati garis hitam dan ruang pada barcode. Sensor di pemindai mendeteksi perbedaan intensitas cahaya yang disebabkan oleh garis hitam dan ruang.

Konversi ke Data Digital

Sensor pada pemindai mengubah perbedaan intensitas cahaya menjadi sinyal listrik yang kemudian diubah menjadi data digital. Setiap karakter atau digit dalam barcode direpresentasikan oleh serangkaian bit.

Interpretasi Data

Setelah data digital dihasilkan, perangkat komputer atau sistem dapat menginterpretasikan informasi yang terkandung dalam barcode. Misalnya, dalam kasus barcode produk, sistem dapat membaca dan mengenali nomor identifikasi unik untuk produk tersebut.

Aksi Sesuai dengan Informasi

Sesuai dengan informasi yang diperoleh dari hal ini, sistem dapat melakukan berbagai aksi. Contohnya, di kasir ritel, sistem dapat menambahkan item dan menghitung total belanja. Di gudang, sistem dapat mengelola inventaris dan memproses pengiriman.

Komponen pada Barcode

Komponen Barcode

Komponen Barcode 2

Hal ini terdiri dari beberapa komponen kunci yang bekerja sama untuk mengkode dan menyampaikan informasi dalam format yang dapat dibaca oleh mesin. Komponen-komponen ini mencakup:

Zona Hening (Quiet Zone)

Zona hening adalah ruang kosong yang terletak di awal dan akhir barcode. Ini berfungsi sebagai batas atau buffer yang jelas yang memisahkannya dari lingkungannya. Zona hening sangat penting karena membantu pemindainya mengidentifikasi awal dan akhir datanya. Tanpa zona hening yang berukuran tepat, kesalahan pemindaian dapat terjadi.

Karakter Awal dan Akhir (Start dan Stop)

Ini adalah pola khusus garis dan spasi yang menandakan awal dan akhir barcode. Karakter awal dan akhir adalah titik referensi yang diperlukan untuk pemindainya. Mereka membantu pemindai mengenali di mana data sebenarnya dalam barcode dimulai dan berakhir. Karakter-karakter ini khusus untuk simbologi (jenis) barcode yang digunakan dan distandardisasi untuk memastikan interpretasi yang konsisten.

Karakter Data

Inti dari barcode berisi karakter data, yang mengkodekan informasi sebenarnya. Karakter data direpresentasikan oleh pola garis dan spasi yang bervariasi lebar. Penataan garis dan spasi ini mengkodekan data alfanumerik atau numerik, tergantung pada simbologinya. Pola khusus yang digunakan untuk setiap karakter telah ditentukan sebelumnya dalam simbologi yang dipilih.

Digit Checksum (Opsional)

Pada beberapa jenis barcode, digit checksum opsional dimasukkan. Digit checksum meningkatkan akurasi data dengan berfungsi sebagai mekanisme deteksi kesalahan sederhana. Digit ini dihitung berdasarkan karakter data lainnya dalam hal ini. Saat hal ini dipindai, digit checksum dihitung ulang, dan jika tidak cocok dengan checksum asli, ini menandakan potensi kesalahan dalam membaca data.

Teks yang Dapat Dibaca Manusia (Opsional)

Banyak barcode termasuk teks yang dapat dibaca manusia yang terletak di bawah atau sejajar dengannya. Teks ini memberikan representasi visual dari data yang terkode dalam barcode, memudahkan manusia untuk memverifikasi informasi. Ini sangat berguna dalam situasi di mana pemindaiannya tidak mungkin dilakukan atau ketika verifikasi manual diperlukan.

Simbologi Barcode

Simbologi barcode, juga dikenal sebagai jenis barcode, menentukan aturan dan pedoman untuk mengkodekan data dalam barcode. Setiap simbologi memiliki set karakter, aturan, dan metode pengkodean sendiri. Simbologi barcode umum meliputi UPC, EAN, Code 39, Code 128, QR code, dan lainnya. Pilihan simbologi tergantung pada aplikasi dan jenis data yang akan diodekan.

Komponen-komponen ini bekerja bersama untuk membuat representasi data yang terstruktur dan distandardisasi dalam barcode. Ketika sebuah barcode dipindai menggunakan pembaca atau pemindainya, perangkat memancarkan cahaya ke hal ini, membaca cahaya yang dipantulkan, dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Pemindai kemudian mendekode pola garis dan spasi, mengambil informasi yang terkode untuk pengolahan atau tampilan lebih lanjut. Teknologinya memainkan peran kunci dalam berbagai industri, memungkinkan pengambilan data yang efisien, manajemen inventaris, dan proses pelacakan.

Manfaat Barcode

Penerapannya membawa sejumlah manfaat signifikan dalam berbagai industri dan proses bisnis. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari penggunaannya:

Efisiensi Operasional

Hal ini memungkinkan otomatisasi proses bisnis dengan meningkatkan efisiensi operasional. Pemindaiannya mempercepat proses entri data manual, mengurangi peluang kesalahan manusia, dan mempercepat transaksi bisnis.

Akurasi Data

Dengan memanfaatkannya, kesalahan input data manusia dapat diminimalkan. Pemindaiannya memberikan akurasi yang tinggi dalam mentransfer informasi ke sistem komputer, mengurangi risiko kesalahan dan meningkatkan keakuratan data.

Pelacakan Inventaris

Barcode sangat efektif dalam manajemen inventaris. Setiap produk atau item dapat diberi label dengan barcode yang unik, memungkinkan pelacakan yang cepat dan akurat dari persediaan. Hal ini membantu perusahaan untuk mengelola stok dengan lebih efisien dan menghindari kehilangan atau kelebihan persediaan.

Pemrosesan Kasir Cepat

Di sektor ritel, hal ini memungkinkan proses kasir yang lebih cepat. Ketika produk diimpor ke kasir, pemindaiannya memungkinkan sistem secara otomatis mengenali item, menghitung total belanja, dan memproses transaksi dengan cepat, memperpendek waktu antrian.

Pelacakan Pengiriman dan Logistik

Dalam industri logistik, barcode digunakan untuk melacak dan mengidentifikasi produk selama pengiriman. Ini membantu meningkatkan efisiensi rantai pasokan dengan memberikan visibilitas yang akurat terhadap lokasi dan status barang selama perjalanan mereka.

Keamanan dan Otentikasi

Barcode dapat digunakan untuk tujuan keamanan dan otentikasi produk. Barcode unik pada produk dapat membantu dalam mendeteksi barang palsu atau ilegal. Ini memberikan tingkat keamanan tambahan dan melindungi merek dari pemalsuan.

Analisis dan Pelaporan

Penggunaannya memfasilitasi analisis data yang lebih baik. Informasi yang terkandung dalam barcode dapat digunakan untuk menghasilkan laporan bisnis, menganalisis tren penjualan, dan membuat keputusan strategis yang lebih informasional.

Manajemen Produksi

Dalam industri manufaktur, hal ini membantu dalam melacak dan mengelola proses produksi. Ini memungkinkan produsen untuk memantau kinerja mesin, melacak penggunaan bahan baku, dan memperkirakan waktu produksi dengan lebih akurat.

Kemudahan Pelacakan Garansi dan Pemeliharaan

Hal ini dapat digunakan untuk melacak periode garansi dan jadwal pemeliharaan produk. Ini membantu pelanggan dan perusahaan untuk memantau dan menjadwalkan perawatan atau layanan garansi yang diperlukan.

Integrasi dengan Sistem Informasi

Hal ini dapat dengan mudah diintegrasikan dengan sistem informasi perusahaan. Ini memfasilitasi aliran kerja yang lebih lancar dan memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Jenis-jenis Barcode

Barcode memiliki berbagai jenis atau simbologi, masing-masing dirancang untuk aplikasi dan tujuan pengkodean tertentu. Berikut adalah beberapa jenis barcode yang paling umum:

UPC (Universal Product Code)

  • Digunakan terutama dalam industri ritel untuk melacak produk konsumen.
  • Terdiri dari 12 digit numerik, dibagi menjadi dua bagian: enam digit pertama mewakili produsen atau perusahaan, dan enam digit sisanya mewakili produk itu sendiri.
  • UPC standar dapat ditemukan pada sebagian besar produk di toko.

EAN (European Article Numbering)

  • Mirip dengan UPC tetapi lebih umum digunakan di Eropa dan wilayah lain.
  • Tersedia dalam beberapa versi, termasuk EAN-8 (8 digit), EAN-13 (13 digit), dan EAN-14 (14 digit).
  • Digunakan untuk ritel dan manajemen inventaris.

Code 39

  • Jenis barcode serbaguna yang mampu mengkodekan huruf, angka, dan beberapa karakter khusus.
  • Digunakan luas dalam logistik, manufaktur, layanan kesehatan, dan aplikasi pemerintahan.
  • Panjangnya dapat bervariasi.

Code 128

  • Barcode berkepadatan tinggi yang mampu mengkodekan seluruh set karakter ASCII.
  • Serbaguna dan digunakan dalam berbagai industri, termasuk kemasan, pengiriman, dan logistik.
  • Dikenal karena kapasitas penyandian data yang tinggi.

QR Code (Quick Response Code)

  • Barcode dua dimensi (2D) yang dapat menyimpan sejumlah besar data, termasuk teks, URL, informasi kontak, dan lainnya.
  • Populer dalam pemasaran, periklanan, pemesanan tiket, dan aplikasi seluler.
  • Dipindai menggunakan ponsel pintar dan pemindai QR code khusus.

Data Matrix

  • Barcode 2D lain yang dapat menyimpan sejumlah besar data dalam ruang kecil.
  • Sering digunakan untuk memberi label pada barang kecil, seperti komponen elektronik, dan dalam aplikasi kesehatan untuk pelacakan obat.

ITF (Interleaved 2 of 5)

  • Digunakan terutama dalam logistik dan gudang untuk memberi label pada karton dan pallet.
  • Mengkodekan data numerik dengan jumlah digit genap.
  • Dikenal karena desain yang kompak dan penyandian data yang efisien.

Codabar

  • Dirancang untuk digunakan di perpustakaan, bank darah, dan berbagai aplikasi lain.
  • Mengkodekan data numerik dan beberapa karakter khusus.
  • Dikenal karena kesederhanaan dan kemudahan penggunaan.

PDF417

  • Barcode 2D dengan kapasitas penyandian tinggi, mampu mengkodekan teks, angka, dan bahkan gambar.
  • Digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk surat izin mengemudi, kartu identitas, dan dokumen perjalanan.

MaxiCode

  • Barcode 2D yang digunakan oleh UPS untuk pelacakan paket dan logistik.
  • Mengandung data dalam pola lingkaran dan mencakup informasi tentang tujuan dan rute paket.

Postal Barcodes (contoh: USPS Intelligent Mail Barcode, Royal Mail Barcode)

  • Digunakan oleh layanan pos untuk pelacakan surat dan paket.
  • Mengkodekan informasi tentang pengirim, penerima, dan kelas surat.

Pharmacode

  • Dirancang khusus untuk kemasan farmasi.
  • Mengkodekan data numerik untuk mengidentifikasi obat dan dosis.

Cara Menggunakan Barcode

Menggunakannya melibatkan beberapa langkah yang dapat diterapkan tergantung pada kebutuhan dan konteks penggunaannya. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam menggunakannya:

Persiapkan Barcode

Pertama-tama, Anda perlu memiliki barcode yang sesuai dengan kebutuhan Anda. hal ini dapat dihasilkan menggunakan perangkat lunak khusus atau diperoleh dari pihak ketiga jika digunakan untuk produk tertentu.

Tempelkan atau Sisipkan Barcode pada Objek

Tempelkan atau sisipkan barcode pada objek atau produk yang akan diidentifikasi. Hal ini dapat ditempatkan pada kemasan, label, atau permukaan lainnya yang mudah diakses.

Pemindaian Barcode

Untuk menggunakan hal ini, Anda memerlukan perangkat pemindainya. Pemindai ini dapat berupa perangkat keras khusus atau aplikasi di ponsel pintar dengan kemampuan pemindaiannya.

Arahkan Pemindai ke Barcode

Arahkan pemindai ke barcode yang ingin Anda baca. Pastikan pemindai berada dalam jarak dan sudut yang tepat agar dapat membacanya dengan akurat.

Pemindai Membaca dan Mengirim Data

Pemindai akan mengenali pola garis dan spasi pada barcode, membaca informasi yang terkandung di dalamnya. Data yang terbaca kemudian dikirim ke perangkat atau sistem yang terhubung.

Interpretasi Data

Sistem atau perangkat yang menerima data dari pemindai kemudian menginterpretasikan informasi dalam barcode. Ini bisa melibatkan pencocokan dengan database, pencarian informasi terkait, atau pengambilan tindakan tertentu berdasarkan data yang terbaca.

Integrasi dengan Sistem Informasi

Data dari barcode sering diintegrasikan dengan sistem informasi perusahaan. Hal ini memungkinkan otomatisasi berbagai proses bisnis, seperti manajemen inventaris, pelacakan pengiriman, atau pembayaran di kasir.

Verifikasi dan Keamanan

Dalam beberapa kasus, diperlukan langkah verifikasi untuk memastikan keabsahannya. Ini dapat melibatkan perbandingan data dengan database terpercaya atau penggunaan fitur keamanan tambahan di dalamnya.

Aksi Berdasarkan Informasi

Setelah data dari hal ini diinterpretasikan, sistem atau pengguna dapat mengambil tindakan berdasarkan informasi tersebut. Contohnya, penambahan produk ke keranjang belanja, peningkatan stok, atau pencatatan transaksi.

Pemeliharaan dan Pemantauan

Secara berkala, pastikan hal ini tetap terbaca dengan baik dan berada dalam kondisi baik. Pemeliharaan yang baik dapat melibatkan pemantauan kualitas cetakannya dan perawatan perangkat pemindai.

Cara Membuat Barcode

Perusahaan yang membutuhkan sejumlah barcode biasanya menggunakan metode seperti mail merge atau alat online gratis untuk pembuatannya, kemudian mencetaknya menggunakan printer kantor standar. Namun, pendekatan ini dapat kehilangan efisiensinya dengan cepat ketika kebutuhan bisnis berkembang.

Alternatif yang lebih efisien melibatkan memanfaatkan perangkat lunak akuntansi atau inventarisasi yang sudah ada, karena bahkan sistem dasar biasanya menawarkan kemampuan pembuatannya. Integrasi ini menyederhanakan proses mengaitkan setiap barcode dengan catatan item tertentu dalam database produk Anda. Sebagai pelengkap teknologi ini, investasi dalam printer barcode yang dirancang untuk pencetakan label, yang dapat terjangkau, membuat sense praktis bagi sebagian besar bisnis.

Namun, organisasi yang memerlukan barcode untuk keperluan eksternal, seperti pelacakan item yang dijual melalui pengecer pihak ketiga, harus mendaftar di GS1. GS1 memberlakukan biaya awal beserta biaya perpanjangan tahunan, jumlah yang tepat tergantung pada volume barcode yang dibutuhkan. Sebagai imbalannya, GS1 memberikan perusahaan Anda pengidentifikasi unik yang dikenal sebagai GS1 Company Prefix, yang merupakan bagian integral dari semua barcode Anda. Keanggotaan juga memberikan akses ke GS1 Data Hub, di mana pembuatan barcode, manajemen, dan ekspor ke printer difasilitasi. GS1, sebagai entitas internasional, memberikan dukungan untuk UPC, EAN, serta berbagai format barcode 2D.

Bagaimana Barcode Membantu Perusahaan

Beberapa teknologi jarang memiliki penerimaan yang begitu luas dalam setengah abad terakhir seperti barcode, dan popularitas mereka sangat beralasan. Hal ini menawarkan metode pelacakan inventaris yang sederhana, efisien, dan sangat dapat diandalkan yang dimana hal ini menjadi komponen penting dari potensi pendapatan dan pengeluaran bagi banyak bisnis.

Bagi perusahaan baru atau yang belum menggunakan barcode, penting untuk menentukan jenis barcode yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka dan memastikan penggunaan dan pemindaian yang konsisten. Investasi sederhana ini memberikan pengembalian yang cepat dengan meningkatkan akurasi manajemen inventaris, memberikan akses ke data real-time, dan pada akhirnya memberikan transparansi yang diperlukan untuk pengendalian biaya dan memberikan pengalaman pelanggan yang luar biasa.

Kesimpulan

Dalam era digital ini, barcode tidak hanya sekadar garis hitam yang membawa informasi, tetapi merupakan fondasi dari banyak aspek kehidupan sehari-hari kita. Dengan terus berkembangnya teknologi, perannya dapat terus meluas dan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.

Dari sejarahnya yang sederhana hingga aplikasi dan inovasi masa depannya yang menarik, Hal ini tetap menjadi salah satu alat yang paling penting dalam dunia perdagangan modern. Jika di masa lalu, garis hitam itu adalah sebuah misteri, kini kita dapat melihat bahwa di baliknya terdapat keajaiban teknologi yang terus berkembang.

Inventory Management TAG Samurai siap Membantu Bisnis Anda

Kecepatan dan Ketepatan di Ujung Jari Anda

Dengan kemampuan menyimpan barcode, Inventory Management TAG Samurai membawa presisi ke level yang baru. Bagian ini menyoroti keunggulan sistem dalam menyimpannya dengan kecepatan dan ketepatan yang luar biasa. Identifikasi produk secara instan, kurangi risiko kesalahan, dan pastikan setiap item terlacak dengan akurat. TAG Samurai, bukan hanya manajemen inventaris; ini adalah solusi andal untuk efisiensi dan presisi tanpa kompromi.

Pantau dan Kontrol dengan Lebih Baik

Di dunia e-commerce yang dinamis, informasi yang akurat adalah kunci. TAG Samurai menyediakan pembaruan real-time, memastikan Anda memiliki kontrol penuh dengan informasi yang akurat. Bagian ini menekankan keunggulan dalam mengelola stok dengan pembaruan real-time, memastikan ketersediaan barang dan merespons perubahan dengan cepat. Dengan kemampuan menyimpan barcode, Anda membawa tingkat akurasi yang luar biasa ke proses manajemen inventaris Anda.

Efisiensi Tanpa Batas

Kemampuan menyimpan barcode di TAG Samurai memberikan efisiensi tanpa batas. Bagian ini menyoroti cara sistem ini tidak hanya menyimpannya, tetapi juga mengoptimalisasi setiap aspek proses bisnis Anda. Kurangi waktu pencarian, perbaiki ketelitian pengelolaan stok, dan pastikan setiap transaksi dijalankan dengan efisiensi maksimal. TAG Samurai, menggabungkan kemampuan barcode, membawa bisnis Anda ke tingkat efisiensi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Jelajahi Fitur TAG Samurai dengan Demo dan Konsultasi Gratis Bersama Kami Disini

Baca juga: Inventory Allocation adalah: Arti, Strategi, Taktik, Metode

Kania Sutisnawinata