Corrective Maintenance Adalah? Ini Penjelasan Lengkapnya

Corrective maintenance adalah tindakan perbaikan setelah terjadi kerusakan atau kegagalan pada sistem atau peralatan. Baca artikel ini untuk mengetahui jenis-jenis corrective maintenance, keuntungan dan kerugiannya, serta cara melakukannya dengan tepat

Pengertian Corrective Maintenance

Pengertian Corrective Maintenance

Corrective maintenance ialah sebuah tindakan perawatan yang bertujuan untuk memperbaiki aset. Hal ini perlu dilakukan ketika aset tidak berjalan sesuai fungsinya atau telah terjadi kerusakan. Perawatan corrective ini dilakukan setelah aset mengalami kerusakan.

Pengertian lain dari corrective maintenance adalah tindakan perbaikan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan atau kegagalan pada suatu sistem atau peralatan.

Tujuan dari Corrective Maintenance

Berikut adalah tujuan dari corrective maintenance:

1. Menjaga ketersediaan sistem atau peralatan

Dengan melakukan perbaikan setelah terjadi kerusakan atau kegagalan, sistem atau peralatan tersebut dapat kembali beroperasi secepat mungkin, sehingga dapat terus memberikan manfaat dan layanan yang diharapkan.

2. Meningkatkan keandalan sistem atau peralatan

Corrective maintenance juga bertujuan untuk meningkatkan keandalan sistem atau peralatan, yaitu dengan memperbaiki atau mengganti komponen yang rusak atau usang. Hal ini akan mengurangi resiko terjadinya kegagalan atau kerusakan lainnya di masa yang akan datang.

3. Mengurangi biaya operasional

Corrective maintenance yang dilakukan secara tepat dan teratur dapat mengurangi biaya operasional secara keseluruhan, karena sistem atau peralatan akan bekerja dengan lancar dan tidak terdapat masalah yang menyebabkan penurunan efisiensi atau biaya tambahan.

4. Memperpanjang umur pakai sistem atau peralatan

Dengan melakukan perbaikan dan pemeliharaan yang tepat, umur pakai sistem atau peralatan akan lebih lama, sehingga dapat menghemat biaya pembelian peralatan baru di masa yang akan datang.

5. Meningkatkan kualitas layanan atau produk

Corrective maintenance juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan atau produk yang dihasilkan oleh sistem atau peralatan tersebut, karena sistem atau peralatan akan bekerja dengan lebih baik dan tidak terdapat masalah yang mengganggu kinerjanya.

Alasan Penting Melakukan Corrective Maintenance

Alasan penting dari corrective maintenance adalah meningkatkan keuntungan dan memperkecil resiko kerugian pada perusahaan.

1. Dapat Mengurangi Waktu Perencanaan

Dapat Mengurangi Waktu Perencanaan

Hal ini dikarenakan corrective maintenance tidak memerlukan perencanaan secara khusus. Berbeda dengan preventive maintenance atau condition based maintenance. Dimana tindakan tersebut memerlukan inspeksi rutin serta adanya pencatatan yang tepat.

Sehingga hal ini bisa untuk mengurangi waktu perencanaan. Karena pada corrective maintenance ini hanya perlu dilakukan ketika aset memerlukan tindakan yang penting, seperti terjadi kerusakan.

2. Dapat Meningkatkan Fokus Para Pekerja

Dapat Meningkatkan Fokus Para Pekerja

Karena pada dasarnya tindakan corrective maintenance ini hanya dilakukan ketika aset telah terjadi kerusakan yang berarti. Sehingga dengan begitu para pekerja bisa melakukan perencanaan pemeliharaan terhadap aset penting lainnya.

Sehingga alasan penting dari adanya corrective maintenance ini mampu meningkatkan fokus pekerja. Karena tidak perlu terpaku pada satu aset saja.

3. Mampu Menghemat Biaya

Dengan adanya tindakan corrective maintenance ini adalah dapat menghemat biaya pemeliharaan. Hal ini terjadi karena dalam corrective maintenance komponen tidak akan diperbaiki apabila benar-benar butuh.

Menghemat Biaya Operasional Kantor

Sehingga bisa menghemat biaya dari pengeluaran aset perusahaan yang terbilang besar. Dengan begitu bisa memangkas pengeluaran.

Jenis-Jenis Corrective Maintenance

1. Preventive Maintenance

Preventive maintenance adalah salah satu jenis corrective maintenance yang dilakukan secara teratur dan terencana, dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan atau kegagalan pada sistem atau peralatan.
Melakukan preventive maintenance dapat dilakukan dengan cara melakukan pemeliharaan dan perbaikan secara rutin dan tepat waktu, sehingga sistem atau peralatan tersebut dapat terus beroperasi dengan optimal dan tidak terdapat masalah yang dapat menyebabkan kegagalan atau kerusakan.
Kegiatan preventive maintenance sangat penting untuk menjaga ketersediaan sistem atau peralatan, mengurangi biaya perbaikan, meningkatkan keandalan sistem atau peralatan, memperpanjang umur pakai sistem atau peralatan, dan meningkatkan kualitas layanan atau produk yang dihasilkan.
Oleh karena itu, perencanaan dan pengelolaan preventive maintenance harus dilakukan dengan baik agar dapat memberikan hasil yang optimal.

2. Predictive Maintenance

Predictive maintenance adalah salah satu jenis corrective maintenance yang dilakukan dengan cara memantau kondisi sistem atau peralatan secara teratur, dengan tujuan untuk mendeteksi potensi kerusakan atau kegagalan sebelum terjadinya.

Melakukan predictive maintenance dengan menggunakan alat atau teknik pemantauan kondisi, seperti analisis suara, vibrasi, atau kondisi suhu, yang dapat mengindikasikan adanya masalah pada sistem atau peralatan.

Dengan demikian, predictive maintenance dapat membantu mengidentifikasi masalah pada sistem atau peralatan sebelum terjadinya kerusakan atau kegagalan, sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikan atau pencegahan sebelum terjadinya.

Kegiatan predictive maintenance juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan atau produk yang dihasilkan oleh sistem atau peralatan, karena dengan mendeteksi masalah sebelum terjadinya, sistem atau peralatan akan bekerja dengan lebih baik dan tidak terdapat masalah yang mengganggu kinerjanya.

Selain itu, predictive maintenance juga bertujuan untuk mengurangi downtime sistem atau peralatan, yaitu dengan melakukan tindakan perbaikan atau pencegahan sebelum terjadinya kerusakan atau kegagalan yang menyebabkan sistem atau peralatan harus berhenti beroperasi.

Kegiatan, predictive maintenance merupakan salah satu jenis corrective maintenance yang sangat penting untuk menjaga ketersediaan dan keandalan sistem atau peralatan yang digunakan.

Oleh karena itu, perencanaan dan pengelolaan predictive maintenance harus dilakukan dengan baik agar dapat memberikan hasil yang optimal.

3. Breakdown Maintenance

Breakdown maintenance adalah salah satu jenis corrective maintenance yang dilakukan setelah terjadinya kerusakan atau kegagalan pada sistem atau peralatan.
Kegiatan breakdown maintenance dilakukan dengan tujuan untuk mengembalikan kondisi sistem atau peralatan tersebut ke keadaan optimal, sehingga dapat kembali beroperasi dengan lancar sesuai dengan spesifikasi dan fungsinya.
Untuk kegiatan Breakdown dilakukan dengan cara melakukan perbaikan atau penggantian komponen yang rusak atau yang menyebabkan kerusakan atau kegagalan tersebut.
Tujuan dari breakdown maintenance adalah untuk mengembalikan kondisi sistem atau peralatan yang rusak atau yang mengalami kegagalan, sehingga dapat kembali beroperasi dengan lancar.
Selain itu, breakdown maintenance juga bertujuan untuk meningkatkan keandalan sistem atau peralatan, mengurangi biaya perbaikan, dan memperpanjang umur pakai sistem atau peralatan.
Oleh karena itu, perencanaan dan pengelolaan breakdown maintenance harus dilakukan dengan baik agar dapat memberikan hasil yang optimal.

Jenis Dari Tindakan Corrective Maintenance

Ada 5 jenis dari corrective maintenance. Apa saja jenis tindakan tersebut?

1. Perbaikan

Jenis Dari Tindakan Corrective Maintenance

Pertama dari jenis corrective maintenance adalah melakukan perbaikan. Melakukan restorasi pada komponen mesin, supaya dapat digunakan beroperasi kembali.

2. Pemeriksaan

Jenis Dari Tindakan Corrective Maintenance

Selanjutnya, dapat secara rutin melakukan identifikasi masalah. Sehingga mampu menghindari terjadinya kerusakan yang sama kembali nantinya.

3. Salvage

Melakukan penggantian pada komponen yang rusak yang tidak memiliki akses reparasi. Lalu dilakukan penggantian dengan sisa komponen dan mesin yang lainnya.

4. Perawatan

Jenis Dari Tindakan Corrective Maintenance

Setelah dilakukan reparasi, maka mesin dan komponen yang rusak tadi perlu dilakukan perawatan dan pemeliharaan. Hal ini bertujuan supaya mesin dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

5. Melakukan Perakitan Ulang

Perakitan ulang atau melakukan perbaikan aset terhadap aset yang telah benar-benar rusak. Perbaikan ini dilakukan hingga aset dapat beroperasi seperti sedia kala.

Adanya perakitan ulang ini mencakup pembongkaran, pemilahan, perbaikan serta perakitan kembali. Ini merupakan tahapan dari perakitan ulang pada aset perusahaan.

Keuntungan dan Kerugian dari Corrective Maintenance

Berikut adalah beberapa keuntungan dan kerugian dari corrective maintenance:

Keuntungan dari Kegiatan Corrective Maintenance

  1. Menjaga ketersediaan sistem atau peralatan: Corrective maintenance dapat membantu menjaga ketersediaan sistem atau peralatan, sehingga dapat terus memberikan manfaat dan layanan yang diharapkan.
  2. Meningkatkan keandalan sistem atau peralatan: Corrective maintenance juga dapat meningkatkan keandalan sistem atau peralatan, dengan cara memperbaiki atau mengganti komponen yang rusak atau usang.
  3. Mengurangi biaya operasional: Corrective maintenance yang dilakukan secara tepat dan teratur dapat mengurangi biaya operasional secara keseluruhan, karena sistem atau peralatan akan bekerja dengan lancar dan tidak terdapat masalah yang menyebabkan penurunan efisiensi atau biaya tambahan.
  4. Memperpanjang umur pakai sistem atau peralatan: Corrective maintenance juga dapat memperpanjang umur pakai sistem atau peralatan, dengan cara melakukan perbaikan dan pemeliharaan yang tepat.
  5. Meningkatkan kualitas layanan atau produk: Corrective maintenance dapat meningkatkan kualitas layanan atau produk yang dihasilkan oleh sistem atau peralatan, karena sistem atau peralatan akan bekerja dengan lebih baik dan tidak terdapat masalah yang mengganggu kinerjanya.

Kerugian dari Kegiatan Corrective Maintenance

  1. Biaya perbaikan yang tinggi: Corrective maintenance dapat menyebabkan biaya perbaikan yang tinggi, terutama jika terjadi kerusakan atau kegagalan yang tidak terduga atau yang tidak dapat diantisipasi.
  2. Penurunan efisiensi sementara: Corrective maintenance juga dapat menyebabkan penurunan efisiensi sementara, karena sistem atau peralatan harus berhenti beroperasi untuk melakukan perbaikan atau pemeliharaan.
  3. Downtime yang tinggi: Corrective maintenance juga dapat menyebabkan downtime yang tinggi, terutama jika terjadi kerusakan atau kegagalan yang cukup parah yang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk diperbaiki.
  4. Resiko terjadinya kerusakan atau kegagalan lainnya: Corrective maintenance juga dapat menyebabkan resiko terjadinya kerusakan atau kegagalan lainnya, terutama jika perbaikan atau pemeliharaan tidak dilakukan dengan benar atau tidak tepat sesuai dengan spesifikasi.
  5. Kurangnya perencanaan dan pengelolaan: Jika perencanaan dan pengelolaan corrective maintenance tidak dilakukan dengan baik, maka akan terjadi beberapa kerugian di atas.

Cara Melakukan Corrective Maintenance

Berikut adalah beberapa cara melakukan corrective maintenance:

1. Identifikasi masalah

Langkah pertama dalam melakukan corrective maintenance adalah mengidentifikasi masalah yang terjadi pada sistem atau peralatan.
Hal ini dapat dilakukan dengan cara memantau kondisi sistem atau peralatan secara teratur, menganalisis laporan kerusakan atau kegagalan, atau dengan menggunakan alat atau teknik pemantauan kondisi seperti analisis suara, vibrasi, atau kondisi suhu.

2. Menentukan tindakan yang harus dilakukan

Setelah masalah teridentifikasi, selanjutnya adalah menentukan tindakan yang harus dilakukan untuk memperbaiki atau mengganti komponen yang rusak atau yang menyebabkan kerusakan atau kegagalan tersebut.
Tindakan ini harus disesuaikan dengan spesifikasi sistem atau peralatan, serta dengan kebutuhan dan tujuan dari corrective maintenance yang akan dilakukan.

3. Mempersiapkan peralatan dan material yang dibutuhkan

Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan peralatan dan material yang dibutuhkan untuk melakukan perbaikan atau penggantian komponen.
Hal ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi kesalahan atau kekurangan peralatan atau material yang dibutuhkan.

4. Melakukan perbaikan atau penggantian komponen

Setelah peralatan dan material yang dibutuhkan tersedia, selanjutnya adalah melakukan perbaikan atau penggantian komponen sesuai dengan tindakan yang telah ditentukan.
Hal ini harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan spesifikasi sistem atau peralatan, agar dapat menghindari terjadinya kerusakan atau kegagalan lainnya.

5. Melakukan tes dan verifikasi

Setelah perbaikan atau penggantian komponen selesai, selanjutnya adalah melakukan tes dan verifikasi untuk memastikan bahwa sistem atau peralatan telah kembali beroperasi dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi. Hal ini harus dilakukan dengan hati-hati agar dapat terdeteksi apabila terdapat masalah yang belum terselesaikan.

6. Melakukan pemeliharaan rutin

Langkah terakhir adalah melakukan pemeliharaan rutin setelah melakukan corrective maintenance. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan atau kegagalan lainnya, serta untuk menjaga kondisi sistem atau peralatan agar tetap optimal.
Pemeliharaan rutin harus dilakukan sesuai dengan spesifikasi sistem atau peralatan, serta dengan tingkat keparahan masalah yang telah diatasi sebelumnya.

Contoh Kegiatan Corrective Maintenance

Corrective maintenance dapat dilakukan pada berbagai jenis peralatan, sistem, dan proses. Berikut ini beberapa contoh:

Lini produksi

Seorang teknisi sedang melakukan preventive maintenance pada sebuah lini peralatan produksi dan menyadari adanya kerusakan yang signifikan pada suatu bagian atau komponen yang penting.

Sebuah perintah corrective maintenance dapat diinisiasi untuk memperbaiki atau mengembalikan bagian tersebut dalam satu bulan ke depan

Sistem HVAC

Seorang teknisi menanggapi perbaikan sistem pemanasan darurat di tengah musim dingin dan menyadari adanya filter yang kotor atau terkurangi bersih.

Ini dapat memicu permintaan corrective maintenance untuk membersihkan atau mengganti filter di waktu dekat untuk meningkatkan efisiensi dan mencegah kehilangan panas lebih lanjut.

Pekerjaan Umum

Saat melakukan perbaikan jalan rutin, seorang teknisi mungkin menyadari adanya kerusakan pada beberapa tanda arah akibat badai baru-baru ini. Sebuah perintah corrective maintenance untuk memulihkan tanda tersebut dapat dimasukkan sehingga pekerjaan dilakukan pada tanggal kemudian.

Rekomendasi Software Manajemen Aset Tetap

TAG Samurai adalah aplikasi manajemen aset tetap yang dapat membantu perusahaan dalam mengelola aset tetap mereka dengan lebih efektif dan efisien.
Aplikasi ini menyediakan fitur-fitur yang bermanfaat untuk mengelola aset tetap, seperti pendaftaran aset, pelacakan lokasi aset, pemeliharaan aset, dan laporan aset.
Salah satu fitur yang sangat bermanfaat dari TAG Samurai adalah fitur preventive maintenance. Fitur ini dapat membantu perusahaan dalam melakukan perencanaan dan pengelolaan preventive maintenance dengan lebih mudah.
Dengan fitur ini, perusahaan dapat menentukan jadwal preventive maintenance yang sesuai dengan spesifikasi aset, serta mengelola data preventive maintenance yang telah dilakukan. Untuk kegiatan corrective maintenance juga tercatat lengkap dalam software TAG Samurai.

Kesimpulan

Corrective maintenance adalah salah satu jenis pemeliharaan yang dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki atau mengganti komponen yang rusak atau yang menyebabkan kerusakan atau kegagalan pada sistem atau peralatan.
Kegiatan corrective maintenance dapat dilakukan dengan cara breakdown maintenance, yaitu setelah terjadinya kerusakan atau kegagalan, atau dengan cara predictive maintenance, yaitu dengan memantau kondisi sistem atau peralatan secara teratur untuk mendeteksi potensi kerusakan atau kegagalan sebelum terjadinya.
Tujuan dari corrective maintenance adalah untuk meningkatkan keandalan sistem atau peralatan, mengurangi biaya perbaikan, dan memperpanjang umur pakai sistem atau peralatan. Oleh karena itu, perencanaan dan pengelolaan corrective maintenance harus dilakukan dengan baik agar dapat memberikan hasil yang optimal.
Referensi: