Cara Antisipasi Serangan Ransomware Cerber

Pemerintah Indonesia memiliki visi yang besar untuk bisa menjalani kehidupan di tengah pandemi covid-19 dari berbagai sektor dengan memanfaatkan digital. Sehingga perkembangan dari berbagai aspek bisa mengikuti melalui transformasi era digital ini.

Fakta yang paling kuat adalah perilaku masyarakat di tanah air yang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Dari semua itulah terlihat dengan jelas berjalan, sehingga perkembangan dunia digital begitu cepat berkembang.

Meski begitu, tetap saja pelaku kejahatan pun sudah mulai memanfaatkan teknologi digital dengan berbagai cara untuk bisa mendapatkan finansial. Salah satu tindak kejahatan yang sampai saat ini, mereka berikan adalah ancaman dengan melalui ransomware.

Ransomware memiliki dua kata, ransom (tebusan) dan malware yang bertujuan menuntut pembayaran. Jadi, ransomware adalah jenis perangkat lunak yang dirancang untuk bisa mengakses ke sistem pengguna dan mengambil data hingga meminta tebusan agar dibayar.

Sementara, malware yang memiliki kepanjangan malicious software adalah sebuah kode kejahatan, yang memberikan dampak pada perangkat komputer dan pemilik. Nah, dari semua itulah penjahat dunia maya memanfaatkan teknologi digital kepada korbannya, baik perorangan maupun perusahaan.

Pada tahun 2020 lalu saja, sudah terdeteksi berbagai jenis ransomware menyerangan termasuk ransomware Cerber bagi usaha kecil dan menengah, tercatat 131.994 serangan ransomware. Atas hal tersebut Indonesia menempati posisi ke-7 di dunia yang terinfeksi malware ini.

Anda pastinya berpikir, “Bagaimana cara mencegah berbagai jenis ransomware untuk perusahaan?” Maka dari itu, kami akan mengupasnya lebih dalam agar Anda bisa terhindar dari virus berbahaya ini. Simak pembahasan tips mencegah jenis-jenis ransomware yang ASDF.ID jelaskan di bawah ini.

Tips Mencegah Jenis-Jenis Ransomware Untuk Perusahaan

Tips Mencegah Jenis-Jenis Ransomware Untuk Perusahaan

1. Sebelum Ransomware Menyerang

Pelaku bisnis atau usaha harus rutin dalam melakukan backup data atau menyalin cadangan file. Dengan metode ini, ketika komputer terinfeksi serangan ransomware masih memiliki data asli yang tersimpan baik di penyimpanan cloud, flash disk, hardisk eksternal dan lainnya.

2. Ketika dan Sesudah Terserang Ransomware

  • Langkah utama, yang harus Anda lakukan ialah buka blokir komputer dan menghapus malware hingga bersih. Apabila komputer Anda terkena blokir, maka tidak dapat melakukan sistem operasi. Untuk membuka pemblokiran tersebut Anda bisa menggunakan Heimdal Security dan sekaligus membantu Windows memproses boot.
  • Yang kedua, jangan pernah melakukan tebusan pembayaran dari pelaku dan segera lapor ke penegak hukum setempat. Tindak kejahatan yang menggunakan serangan ransomware ini merupakan pelanggaran pidana. Maka, jangan pernah memberikan apa yang diminta oleh para pelaku agar data penting Anda bisa kembali.
  • Ketika, mendapatkan data. Jika Anda memiliki data cadangan yang sudah tersalin di sebuah perangkat atau cloud, pastinya akan mudah untuk mengembalikan file dari cadangan. Tetapi, jika belum dicadangkan, maka pengguna bisa mencoba dengan mendekripsi file menggunakan utilitas khusus atau disebut juga decryptor.

Anda harus memastikan apakah program yang diunduh dari situs web resmi terkemuka dan terpercaya. Jika sembarang mengunduh, akan lebih beresiko tinggi dari serangan ransomware Cerber.

•Dan terakhir, harus melibatkan kepada ahlinya. Apabila deskripsi tidak tersedia saat online, Anda bisa menghubungi asdf.id untuk memeriksa serangan ransomware

Adanya tips yang kami buat diatas ini, tidak ada lagi pencurian data yang hanya memeras korban saja. Gunakan rangkaian Heimdal Security untuk mengamankan data perusahaan maupun perorangan, karena kami merupakan solusi dan kompatibel dengan antivirus lainnya. Intinya semua antivirus memiliki fungsi yang sama, namun Heimdal Security memiliki fitur pendukung anti ransomware.