Barang Habis Pakai Adalah: Pengertian, Jenis dan Contoh

Barang habis pakai adalah barang yang hanya dapat digunakan sampai dengan batas waktu tertentu atau sampai dengan jumlah tertentu.Setelah batas waktu atau jumlah tersebut tercapai, barang tersebut harus dibuang dan diganti dengan yang baru.
Barang habis pakai bisa berupa bahan makanan, pakaian, perlengkapan mandi, perlengkapan rumah tangga, dan banyak lagi. Penggunaan barang habis pakai tentu saja memiliki keuntungan dan kerugian yang perlu dipertimbangkan.
Mari kita bahas lebih lanjut mengenai barang habis pakai dan cara memilih, mengganti, serta menangani barang habis pakai yang benar.

Pengertian Barang Habis Pakai

Pengertian Barang Habis Pakai Adalah

Barang habis pakai adalah barang yang hanya dapat digunakan sampai dengan batas waktu tertentu atau sampai dengan jumlah tertentu. Sebuah barang habis pakai bisa berupa bahan makanan, pakaian, perlengkapan mandi, perlengkapan rumah tangga, dan banyak lagi. Setelah batas waktu atau jumlah tersebut tercapai, barang tersebut harus dibuang dan diganti dengan yang baru.

Konsep Barang Habis Pakai

Barang habis pakai adalah jenis barang yang digunakan sekali atau beberapa kali saja sebelum harus dibuang atau diganti dengan yang baru. Konsep barang habis pakai ini biasanya diterapkan pada barang-barang yang memiliki umur pakai yang singkat atau yang tidak bisa dipulihkan ke kondisi semula setelah digunakan.

Penggunaan barang habis pakai biasanya sangat praktis karena tidak memerlukan perawatan khusus atau perbaikan ketika rusak. Namun, penggunaan barang habis pakai juga berdampak pada lingkungan karena produksi dan pembuangan barang-barang tersebut dapat menimbulkan limbah yang merusak lingkungan.

Untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan barang habis pakai, kita dapat memilih alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti barang-barang yang dapat didaur ulang atau produk yang lebih awet.

Jenis Jenis Barang Habis Pakai

Berikut adalah beberapa jenis barang habis pakai yang sering digunakan:
  1. Bahan makanan – Barang habis pakai yang berupa bahan makanan seperti roti, susu, daging, dan sayuran. Bahan makanan ini hanya dapat digunakan sampai dengan batas waktu kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan.
  2. Pakaian – Barang habis pakai yang berupa pakaian seperti baju, celana, dan sepatu. Pakaian ini dapat rusak akibat penggunaan yang terus-menerus atau karena faktor lain seperti serangga, bau, dan lainnya.
  3. Perlengkapan mandi – Barang habis pakai yang berupa perlengkapan mandi seperti sabun, sikat gigi, dan shampoo. Perlengkapan mandi ini biasanya dibuang setelah habis atau rusak.
  4. Perlengkapan rumah tangga – Barang habis pakai yang berupa perlengkapan rumah tangga seperti sikat, pembersih lantai, dan plastik penutup makanan. Perlengkapan rumah tangga ini dapat rusak akibat penggunaan yang terus-menerus atau karena faktor lain seperti keausan, terjatuh, dan lainnya.
  5. Alat-alat konsumsi – Barang habis pakai yang berupa alat-alat konsumsi seperti kertas tissue, kantong plastik, dan pembalut wanita. Alat-alat konsumsi ini hanya dapat digunakan sampai dengan jumlah tertentu dan harus dibuang setelah habis.

Contoh Barang Habis Pakai

Berikut adalah beberapa contoh barang habis pakai yang sering digunakan, seperti pena, pulpen, kertas, printer, toner, kertas cetak, kalkulator, pemotong kertas, lem, kantong plastik, tong sampah, dan kertas tissue.

Contoh Barang Habis Pakai untuk Rumah

Berikut adalah beberapa contoh barang habis pakai yang umum digunakan di rumah:

  1. Tisu kertas: Tisu kertas sering digunakan untuk membersihkan tangan, meja, atau permukaan lainnya dan biasanya hanya bisa digunakan sekali sebelum harus dibuang.
  2. Kertas toilet: Kertas toilet adalah salah satu contoh barang habis pakai yang umum digunakan di rumah dan hanya bisa digunakan sekali sebelum dibuang.
  3. Kantong plastik: Kantong plastik biasanya hanya digunakan sekali sebelum dibuang dan dapat berdampak negatif pada lingkungan jika tidak didaur ulang atau dibuang dengan benar.
  4. Spon cuci piring: Spon cuci piring biasanya digunakan untuk membersihkan peralatan dapur dan hanya bisa digunakan beberapa kali sebelum harus diganti dengan yang baru.
  5. Sabun mandi: Sabun mandi biasanya hanya digunakan beberapa kali sebelum habis dan harus diganti dengan sabun yang baru.
  6. Pel lantai: Pel lantai yang menggunakan kain dapat digunakan kembali setelah dicuci, namun pel lantai yang menggunakan kertas atau spons biasanya hanya bisa digunakan sekali sebelum harus dibuang.
  7. Pengharum ruangan: Pengharum ruangan seperti lilin atau pengharum listrik hanya bisa digunakan sampai habis dan harus diganti dengan yang baru.
  8. Baterai: Baterai adalah salah satu contoh barang habis pakai yang umum digunakan di rumah dan harus dibuang dengan benar agar tidak mencemari lingkungan.
  9. Lampu pijar: Lampu pijar harus diganti setelah umurnya habis dan harus dibuang dengan benar agar tidak mencemari lingkungan.
  10. Sarung tangan plastik: Sarung tangan plastik biasanya digunakan untuk membersihkan rumah atau memasak dan hanya bisa digunakan sekali sebelum harus dibuang.

Contoh Barang Habis Pakai untuk di Industri Kesehatan

Berikut adalah beberapa contoh barang habis pakai yang umum digunakan di industri kesehatan:

  1. Masker bedah: Masker bedah adalah salah satu contoh barang habis pakai yang umum digunakan di industri kesehatan. Masker ini hanya bisa digunakan sekali sebelum harus dibuang.
  2. Sarung tangan medis: Sarung tangan medis digunakan untuk mencegah penyebaran penyakit dan infeksi. Sarung tangan ini harus diganti setelah setiap penggunaan dan hanya bisa digunakan sekali.
  3. Alat suntik: Alat suntik seperti jarum suntik dan spuit hanya bisa digunakan sekali sebelum harus dibuang.
  4. Selang infus: Selang infus digunakan untuk menyuntikkan cairan ke dalam tubuh pasien dan hanya bisa digunakan sekali.
  5. Kain bedah: Kain bedah digunakan untuk menutupi tubuh pasien selama operasi dan hanya bisa digunakan sekali sebelum harus dibuang.
  6. Plester: Plester biasanya digunakan untuk melindungi luka pada kulit dan hanya bisa digunakan sekali sebelum harus dibuang.
  7. Kasa steril: Kasa steril digunakan untuk membersihkan luka dan hanya bisa digunakan sekali sebelum harus dibuang.
  8. Masker N95: Masker N95 digunakan oleh tenaga medis untuk melindungi diri dari partikel yang berbahaya. Masker ini hanya bisa digunakan sekali sebelum harus dibuang.
  9. Alat pemeriksaan kesehatan: Alat pemeriksaan kesehatan seperti termometer, stetoskop, dan tekanan darah harus disterilkan setelah setiap penggunaan atau diganti dengan yang baru.
  10. Bahan kimia medis: Bahan kimia medis seperti reagen dan larutan hanya bisa digunakan sekali dan harus dibuang dengan benar agar tidak mencemari lingkungan.

Contoh Barang Habis Pakai di Kantor

Berikut adalah beberapa contoh barang habis pakai yang umum digunakan di kantor:

  1. Kertas printer: Kertas printer biasanya hanya bisa digunakan sekali sebelum harus dibuang.
  2. Tinta printer: Tinta printer harus diisi ulang atau diganti setelah habis dan tidak bisa diisi kembali.
  3. Pensil dan bolpoin: Pensil dan bolpoin hanya bisa digunakan sampai isi tinta atau grafit habis dan harus diganti dengan yang baru.
  4. Staples dan klip kertas: Staples dan klip kertas hanya bisa digunakan sekali sebelum harus dibuang.
  5. Kertas memo: Kertas memo atau post-it biasanya hanya digunakan sekali sebelum harus dibuang.
  6. Baterai: Baterai digunakan pada berbagai perangkat elektronik di kantor, seperti mouse dan keyboard, dan harus dibuang dengan benar setelah habis.
  7. Lampu pijar: Lampu pijar harus diganti setelah umurnya habis dan harus dibuang dengan benar agar tidak mencemari lingkungan.
  8. Kemasan makanan: Jika makan siang sering diambil dari restoran atau warung, kemasan makanan seperti bungkus kertas, kantong plastik, atau kotak makanan biasanya hanya bisa digunakan sekali sebelum harus dibuang.
  9. Kopi dan teh: Bahan makanan seperti kopi dan teh adalah contoh barang habis pakai di kantor yang biasanya hanya bisa digunakan sekali dan kemudian harus dibuang.
  10. Masker kain: Saat bekerja di kantor, masker kain digunakan untuk mencegah penyebaran penyakit dan hanya bisa digunakan beberapa kali sebelum harus dicuci atau diganti dengan yang baru.

Baca Juga: Penjelasan Lengkap Terkait Contoh Barang Habis Pakai Rumah Tangga, Kantor dan Industri

Perbedaan Barang Habis Pakai dan Barang Tidak Habis Pakai

Barang habis pakai adalah barang yang hanya dapat digunakan sampai dengan batas waktu tertentu atau sampai dengan jumlah tertentu. Setelah batas waktu atau jumlah tersebut tercapai, barang tersebut harus dibuang dan diganti dengan yang baru.
Sementara itu, barang tidak habis pakai adalah barang yang dapat digunakan selamanya atau sampai dengan batas waktu yang sangat lama. Barang tidak habis pakai tidak perlu diganti dengan yang baru jika masih dapat digunakan dengan baik.
Contoh barang habis pakai adalah bahan makanan, pakaian, perlengkapan mandi, perlengkapan rumah tangga, dan alat-alat konsumsi. Sementara itu, contoh barang tidak habis pakai adalah rumah, mobil, dan peralatan rumah tangga seperti mesin cuci, lemari es, dan kulkas.
Perbedaan lain antara barang habis pakai dan barang tidak habis pakai adalah dari segi harga. Barang habis pakai umumnya lebih murah dibandingkan dengan barang tidak habis pakai, karena harus diganti dengan yang baru setelah habis atau rusak.
Sementara itu, barang tidak habis pakai umumnya memiliki harga yang lebih tinggi, tetapi tidak perlu diganti dengan yang baru selama masih dapat digunakan dengan baik.
Jenis BarangBarang Habis PakaiBarang Tidak Habis Pakai
DefinisiBarang yang hanya dapat digunakan sampai dengan batas waktu tertentu atau sampai dengan jumlah tertentuBarang yang dapat digunakan selamanya atau sampai dengan batas waktu yang sangat lama
ContohBahan makanan, pakaian, perlengkapan mandi, perlengkapan rumah tangga, alat-alat konsumsiRumah, mobil, peralatan rumah tangga seperti mesin cuci, lemari es, dan kulkas
HargaUmumnya lebih murahUmumnya lebih mahal
PenggantianHarus diganti dengan yang baru setelah habis atau rusakTidak perlu diganti dengan yang baru selama masih dapat digunakan dengan baik

Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Barang Habis Pakai

Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Barang Habis Pakai

Berikut merupakan penjelasan terkait keuntungan dan kerugian dalam menggunakan barang habis pakai, antara lain:

Keuntungan Menggunakan Barang Habis Pakai

  1. Lebih murah – Barang habis pakai umumnya lebih murah dibandingkan dengan barang tidak habis pakai, sehingga dapat menghemat biaya bagi perusahaan atau individu yang menggunakannya.
  2. Mudah diperoleh – Barang habis pakai banyak dijual di berbagai toko dan pasar, sehingga mudah diperoleh oleh masyarakat.
  3. Mengurangi sampah – Dengan menggunakan barang habis pakai, maka akan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, sehingga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan.
  4. Mudah dikelola – Barang habis pakai cenderung memiliki ukuran yang kecil dan mudah dikelola, sehingga tidak membutuhkan tempat penyimpanan yang besar.
  5. Mengurangi resiko kekurangan barang – Dengan menggunakan barang habis pakai, maka perusahaan atau individu tidak perlu khawatir kekurangan barang saat dibutuhkan, karena barang tersebut dapat dengan mudah diganti dengan yang baru.

Kerugian Menggunakan Barang Habis Pakai

Berikut adalah beberapa kekurangan yang dapat terjadi dengan menggunakan barang habis pakai:
  1. Perlu diganti dengan yang baru – Barang habis pakai harus diganti dengan yang baru setelah batas waktu atau jumlah tertentu, sehingga dapat menambah biaya bagi perusahaan atau individu yang menggunakannya.
  2. Kualitas tidak sebaik barang tidak habis pakai – Barang habis pakai umumnya tidak memiliki kualitas yang sama dengan barang tidak habis pakai, sehingga mungkin tidak tahan lama atau mudah rusak.
  3. Dapat menimbulkan sampah – Walaupun menggunakan barang habis pakai dapat mengurangi sampah, namun jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan sampah yang cukup banyak.
  4. Dapat merusak lingkungan – Beberapa jenis barang habis pakai dapat merusak lingkungan jika dibuang sembarangan, seperti baterai yang mengandung bahan berbaya.

Cara Memilih Barang Habis Pakai

Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan dalam memilih barang habis pakai:

  1. Pertimbangkan kualitas: Meskipun barang habis pakai tidak dirancang untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama, kualitasnya tetap perlu diperhatikan. Pastikan barang tersebut terbuat dari bahan yang berkualitas dan dapat digunakan sesuai dengan fungsinya.
  2. Pilih yang ramah lingkungan: Dalam memilih barang habis pakai, pastikan untuk memilih yang ramah lingkungan. Pilih produk yang terbuat dari bahan daur ulang atau dapat didaur ulang untuk mengurangi dampak lingkungan.
  3. Pilih yang mudah didaur ulang: Beberapa barang habis pakai dapat didaur ulang dan digunakan kembali. Pilihlah barang yang mudah didaur ulang dan pastikan untuk membuangnya dengan benar.
  4. Pertimbangkan harga: Meskipun barang habis pakai biasanya murah, ada juga produk-produk yang harganya lebih mahal. Pastikan untuk mempertimbangkan harga saat memilih barang habis pakai, dan pilih produk yang sesuai dengan anggaran Anda.
  5. Sesuaikan dengan kebutuhan: Pilih barang habis pakai yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Misalnya, jika Anda hanya membutuhkan beberapa kertas printer, tidak perlu membeli paket besar yang berisi banyak kertas printer.
  6. Periksa tanggal kedaluwarsa: Beberapa barang habis pakai, seperti baterai, makanan ringan, dan obat-obatan, memiliki tanggal kedaluwarsa. Pastikan untuk memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum membeli barang tersebut.
  7. Cari ulasan dan rekomendasi: Sebelum membeli barang habis pakai, pastikan untuk membaca ulasan dan rekomendasi dari orang lain. Hal ini dapat membantu Anda memilih produk yang terbaik dan memenuhi kebutuhan Anda.

Tempat Membeli Brang Habis Pakai

Berikut adalah beberapa tempat untuk membeli barang habis pakai:

  1. Supermarket: Banyak supermarket dan minimarket yang menjual barang-barang habis pakai, seperti kertas, pensil, bolpoin, tinta printer, dan baterai.
  2. Toko khusus: Ada juga toko yang khusus menjual barang-barang habis pakai, seperti toko alat tulis kantor, toko elektronik, dan toko kertas.
  3. Toko online: Ada banyak toko online yang menjual barang-barang habis pakai, seperti kertas printer, tinta printer, baterai, dan kemasan makanan. Toko online juga memudahkan Anda untuk membandingkan harga dan membeli produk dengan harga terbaik.
  4. Pameran dagang: Pameran dagang sering kali menampilkan berbagai produk habis pakai, seperti alat tulis kantor, kertas, dan peralatan elektronik. Anda bisa mendapatkan penawaran yang menarik di pameran dagang.
  5. Supplier: Jika Anda membutuhkan jumlah yang banyak, Anda bisa membeli barang-barang habis pakai dari supplier. Supplier biasanya menyediakan harga yang lebih murah dan menawarkan produk dalam jumlah besar.
  6. Pedagang kaki lima: Pedagang kaki lima di pinggir jalan seringkali menjual barang-barang habis pakai, seperti pensil, bolpoin, dan kertas memo dengan harga yang lebih terjangkau.

Pastikan Anda membeli barang habis pakai dari tempat yang terpercaya dan mengutamakan kualitas, terutama jika barang tersebut akan digunakan untuk keperluan bisnis.

Apakah Peralatan Kantor Merupakan Barang Habis Pakai?

Apakah Peralatan Kantor Merupakan Barang Habis Pakai?

Tergantung pada jenis peralatan kantor yang dimaksud. Beberapa jenis peralatan kantor dapat dikategorikan sebagai barang habis pakai, sedangkan yang lainnya dapat dikategorikan sebagai barang tidak habis pakai.
Berikut adalah beberapa contoh peralatan kantor yang dapat dikategorikan sebagai barang habis pakai:
  1. Pena, pulpen, dan kertas
  2. Printer, toner, dan kertas cetak
  3. Kalkulator, pemotong kertas, dan lem
  4. Kantong plastik, tong sampah, dan kertas tissue
  5. Kertas nama, stiker, dan label
  6. Penutup makanan, piring, dan sendok
  7. Sabun cuci tangan, sikat gigi, dan tissue
Sedangkan beberapa contoh peralatan kantor yang dapat dikategorikan sebagai barang tidak habis pakai adalah:
  1. Meja, kursi, dan lemari
  2. Komputer, laptop, dan printer
  3. Telepon, fax, dan mesin penghitung uang
  4. Perangkat jaringan, router, dan switch
  5. Proyektor, layar, dan speaker
Perlu diingat bahwa peralatan kantor yang dapat dikategorikan sebagai barang tidak habis pakai masih dapat rusak atau tidak dapat digunakan lagi setelah batas waktu tertentu. Namun, peralatan tersebut dapat diperbaiki atau diganti bagian yang rusak, sehingga dapat digunakan kembali.

Keunggulan dan Kelemahan dari Barang Habis Pakai dan Barang Tidak Habis Pakai

Berikut merupakan beberapa keunggulan dan kelemahan dari barang habis pakai dan barang tidak habis pakai, antara lain:

Keunggulan Barang Habis Pakai:

  1. Biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan barang tidak habis pakai.
  2. Mudah diperoleh, tersedia di toko-toko umum.
  3. Dapat digunakan segera setelah dibeli
  4. Pilihan yang lebih luas, banyak varian dari barang habis pakai yang tersedia.
  5. Dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti alat tulis, pakaian, dan elektronik.

Kelemahan Barang Habis Pakai

  1. Umur pakai yang lebih pendek dibandingkan dengan barang tidak habis pakai.
  2. Kualitas yang kurang baik, umumnya tidak sekuat barang tidak habis pakai.
  3. Dapat merusak lingkungan, jika tidak dikelola dengan baik.
  4. Barang habis pakai seringkali dicampur dengan bahan berbahaya yang berpotensi merusak lingkungan.
  5. Perlu dibeli secara rutin karena cepat habis pakai

Keunggulan Barang Tidak Habis Pakai

  1. Umur pakai yang lebih panjang dibandingkan dengan barang habis pakai.
  2. Kualitas yang lebih baik, umumnya lebih kuat dan tahan lama.
  3. Lebih ramah lingkungan, karena umur pakai yang lebih panjang dan tidak menghasilkan sampah.
  4. Cenderung lebih aman digunakan karena tidak mengandung bahan berbahaya.
  5. Lebih ekonomis dalam jangka panjang karena tidak perlu dibeli secara rutin

Kelemahan Barang Tidak Habis Pakai:

  1. Biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan barang habis pakai.
  2. Lebih sulit diperoleh, umumnya hanya tersedia di toko khusus atau online.
  3. Perlu waktu untuk digunakan, seperti barang elektronik yang harus diinstal terlebih dahulu.
  4. Pilihan yang lebih terbatas, karena tidak sebanyak barang habis pakai.
  5. Perawatan yang lebih rumit, barang tidak habis pakai memerlukan perawatan yang lebih teratur.

Bagaimana Cara Perusahaan Melakukan Pengadaan Barang Habis Pakai?

Ada beberapa langkah yang biasanya dilakukan oleh perusahaan dalam melakukan pengadaan barang habis pakai, yaitu:

1. Menentukan kebutuhan

Pertama, perusahaan harus menentukan jenis dan jumlah barang habis pakai yang dibutuhkan. Hal ini dapat dilakukan dengan melihat laporan penjualan, laporan persediaan, dan laporan kebutuhan dari departemen-departemen yang membutuhkan barang tersebut.

2. Membuat daftar barang yang dibutuhkan

Setelah menentukan kebutuhan, perusahaan harus membuat daftar barang yang dibutuhkan beserta spesifikasinya. Daftar ini harus mencakup informasi seperti nama barang, jumlah, harga, dan tanggal pengiriman yang diinginkan.

3. Mencari penyedia barang

Selanjutnya, perusahaan harus mencari penyedia barang yang sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi yang ditentukan. Penyedia barang dapat dicari melalui berbagai sumber, seperti daftar supplier, pameran barang, dan iklan di media.

4. Membandingkan harga dan kualitas

Setelah menemukan beberapa penyedia barang yang potensial, perusahaan harus membandingkan harga dan kualitas yang ditawarkan oleh masing-masing penyedia.

Hal ini penting untuk memastikan bahwa perusahaan mendapatkan barang habis pakai dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang sesuai dengan yang diinginkan.

5. Membuat surat pesanan

Setelah memutuskan penyedia barang yang akan dipilih, perusahaan harus membuat surat pesanan yang mencakup informasi seperti jenis dan jumlah barang yang dipesan, harga, dan tanggal pengiriman yang diinginkan. Surat pesanan ini kemudian dikirim ke penyedia barang untuk mengkonfirmasi pemesanan.

6. Melakukan pembayaran

Setelah barang habis pakai diterima oleh perusahaan, perusahaan harus melakukan pembayaran sesuai dengan harga yang disepakati dalam surat pesanan.

7. Melakukan pengendalian persediaan

Setelah barang habis pakai diterima, perusahaan harus melakukan pengendalian persediaan untuk memastikan bahwa jumlah barang yang tersedia sesuai dengan yang dibutuhkan. Pengendalian persediaan ini juga bertujuan untuk menghindari kelebihan atau kekurangan barang habis pakai.

Rekomendasi Aplikasi Stok Barang Habis Pakai

TAG Samurai adalah aplikasi barang habis pakai yang sangat direkomendasikan bagi perusahaan Anda. Dengan menggunakan TAG Samurai, Anda dapat dengan mudah mengelola barang habis pakai yang dimiliki perusahaan, mulai dari pembelian, pengadaan, jumlah stok dan lain sebagianya
Selain itu, TAG Samurai juga menyediakan fitur-fitur yang sangat bermanfaat seperti stock management, laporan penjualan, dan laporan persediaan.
Dengan menggunakan software ini, Anda dapat lebih efisien dalam mengelola barang habis pakai perusahaan Anda, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi resiko kekurangan atau kelebihan barang.
Jadi, jangan ragu untuk mencoba TAG Samurai sebagai solusi manajemen barang habis pakai untuk perusahaan Anda. Aplikasi stok barang dari TAG Samurai memberikan kesempatan untuk Anda yang ingin mencoba demo produk terkait stok management software, daftarkan segera melalui link request demo
Follow LinkedIn ASDF.ID untuk tips dan informasi menarik lainnya!