Aset Bergerak dan Aset Tidak Bergerak, Penjelasan Lengkap!

Aset (aktiva) merupakan sesuatu yang dimiliki oleh seseorang atau suatu perusahaan yang bernilai ekonomi. Dalam dunia keuangan, ada dua jenis aktiva yang harus diketahui, yaitu aset bergerak dan aset tidak bergerak. Artikel ini, akan membahas lengkap mengenai perbedaan, manfaat, dan risiko dari kedua jenis aset ini.

Aset Bergerak

Definisi Aset Bergerak

Definisi aset bergerak

Aset bergerak adalah suatu bentuk aset yang dapat digerakkan atau dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Contohnya seperti kendaraan, peralatan, mesin, inventori, dan lain-lain.

Untuk aset bergerak ini biasanya digunakan untuk operasional perusahaan atau digunakan untuk mendapatkan pendapatan.

Lalu, aset bergerak ini juga dapat dijual atau digadaikan untuk mendapatkan dana tunai. Namun, perlu diingat bahwa aset bergerak ini juga memiliki masa pakai yang terbatas, sehingga perlu diperhatikan dengan baik dalam pengelolaannya.

Contoh aset bergerak

  1. Kendaraan: Mobil, motor, truk, kapal, dll
  2. Peralatan: Mesin produksi, peralatan kantor, peralatan rumah tangga, dll
  3. Inventori: Barang jualan seperti bahan baku, produk jadi, dll
  4. Investasi: Saham, obligasi, dll
  5. Aset digital: Software, aplikasi, lisensi, dll
  6. Aset seni: Lukisan, patung, keramik, dll
  7. Aset intangibles: Hak cipta, merek dagang, paten, dll
  8. Aset sewa: Aset yang digunakan oleh perusahaan dalam jangka waktu tertentu dengan pembayaran sewa.

Itu adalah beberapa contoh aset bergerak yang sering digunakan dalam dunia bisnis. Aset bergerak ini memiliki nilai ekonomi yang bisa digunakan untuk memperoleh pendapatan atau digunakan untuk operasional perusahaan.

Namun, perlu diingat bahwa aset bergerak ini juga memiliki masa pakai yang terbatas, sehingga perlu diperhatikan dengan baik dalam pengelolaannya.

Manajemen aset bergerak

Manajemen aset bergerak adalah proses pengelolaan, pemeliharaan, dan pengawasan aset bergerak yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau individu.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari aset tersebut, serta untuk memastikan bahwa aset tersebut dapat digunakan secara optimal dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam manajemen aset bergerak diantaranya :

  1. Identifikasi aset : Membuat daftar aset yang dimiliki dan menandai aset tersebut dengan cara yang sesuai seperti barcode, QR code, dll
  2. Pemeliharaan : Memastikan aset bergerak diperiksa dan diperbaiki sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
  3. Monitoring : Memantau kondisi aset bergerak dan mencatat data yang diperlukan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
  4. Rekapitulasi : Membuat laporan aset bergerak yang dimiliki, dan mengevaluasi kondisi aset bergerak tersebut.
  5. Pemusnahan : Memusnahkan aset bergerak yang tidak digunakan atau tidak dapat diperbaiki.

Manajemen aset bergerak memerlukan perencanaan dan kontrol yang baik, agar aset bergerak dapat digunakan selama mungkin, dan dapat digunakan untuk mendapatkan pendapatan.

Aset bergerak yang diurus dengan baik dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari operasional perusahaan, serta menurunkan biaya yang dikeluarkan untuk perawatan dan perbaikan.

Keuntungan dan kerugian dari aset bergerak

Keuntungan dari aset bergerak:

  1. Dapat digunakan untuk operasional perusahaan: Aset bergerak dapat digunakan untuk mendukung proses produksi atau operasional lainnya dalam perusahaan.
  2. Dapat digunakan untuk memperoleh pendapatan: Aset bergerak dapat dijual atau digadaikan untuk mendapatkan dana tunai.
  3. Dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas: Aset bergerak yang diurus dengan baik dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari operasional perusahaan.

Kerugian dari aset bergerak:

  1. Memiliki masa pakai yang terbatas: Aset bergerak memiliki masa pakai yang terbatas, sehingga perlu diperhatikan dengan baik dalam pengelolaannya.
  2. Biaya perawatan dan perbaikan yang tinggi: Aset bergerak perlu diperiksa dan diperbaiki secara berkala, yang dapat meningkatkan biaya perusahaan.
  3. Resiko aset rusak atau hilang: Aset bergerak dapat rusak atau hilang, yang dapat menurunkan nilai aset dan meningkatkan biaya perusahaan.

Manajemen aset bergerak yang baik dapat meningkatkan keuntungan dan mengurangi kerugian dari aset bergerak. Namun, perlu diingat bahwa aset bergerak juga memiliki resiko yang harus dipertimbangkan dan diantisipasi.

Oleh karena itu, perlu ada perencanaan dan kontrol yang baik untuk mengelola aset bergerak agar dapat digunakan selama mungkin dan dapat digunakan untuk mendapatkan pendapatan.

Aset Tidak Bergerak

Definisi Aset Tidak Bergerak

Definisi aset tidak bergerak

Aset tidak bergerak adalah suatu bentuk aset yang tidak dapat digerakkan atau dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Ini termasuk aset seperti tanah, bangunan, sarana air, dan lain-lain.

Untuk aset tidak bergerak ini biasanya digunakan untuk operasional perusahaan atau digunakan untuk mendapatkan pendapatan melalui sewa.

Aset tidak bergerak ini memiliki nilai ekonomi yang stabil dalam jangka panjang memiliki masa pakai yang cukup lama.

Namun, perlu diingat bahwa aset tidak bergerak juga memerlukan pemeliharaan serta perawatan secara berkala untuk menjaga kondisi dan nilainya.

Contoh aset tidak bergerak

Aset tidak bergerak adalah suatu bentuk aset yang tidak dapat digerakkan atau dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain.

Contohnya seperti tanah, bangunan, sarana air, dan lain-lain. Aset tidak bergerak ini biasanya digunakan untuk operasional perusahaan atau digunakan untuk mendapatkan pendapatan melalui sewa. Beberapa contoh aset tidak bergerak yang sering digunakan dalam dunia bisnis diantaranya :

  1. Tanah : Tanah komersial, tanah industri, tanah perumahan, tanah pertanian, dll
  2. Bangunan : Rumah, kantor, gedung, mall, dll
  3. Sarana air : Bendungan, jaringan irigasi, dll
  4. Aset tetap : Gedung, mesin, peralatan, dll
  5. Aset Monumen : Monumen, museum, dll

Itu adalah beberapa contoh aset tidak bergerak yang sering digunakan dalam dunia bisnis. Aset tidak bergerak ini memiliki nilai ekonomi yang bisa digunakan untuk memperoleh pendapatan atau digunakan untuk operasional perusahaan.

Namun, perlu diingat bahwa aset tidak bergerak ini memiliki masa pakai yang cukup lama, sehingga perlu diperhatikan dengan baik dalam pengelolaannya.

Manajemen aset tidak bergerak

Manajemen aset tidak bergerak adalah proses pengelolaan, pemeliharaan, dan pengawasan aset tidak bergerak yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau individu.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari aset tersebut, serta untuk memastikan bahwa aset tersebut dapat digunakan secara optimal dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam manajemen aset tidak bergerak diantaranya:

  1. Identifikasi aset : Membuat daftar aset yang dimiliki dan menandai aset tersebut dengan cara yang sesuai seperti barcode, QR code, dll
  2. Pemeliharaan : Memastikan aset tidak bergerak diperiksa serta diperbaiki sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
  3. Monitoring : Memantau kondisi aset tidak bergerak smencatat data yang diperlukan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
  4. Rekapitulasi : Membuat laporan aset tidak bergerak yang dimiliki, serta mengevaluasi kondisi aset tidak bergerak tersebut.
  5. Pemusnahan : Memusnahkan aset tidak bergerak yang tidak digunakan atau tidak dapat diperbaiki.

Manajemen aset tidak bergerak memerlukan perencanaan kontrol yang baik, agar aset tidak bergerak dapat digunakan selama mungkin, dan dapat digunakan untuk mendapatkan pendapatan.

Aset tidak bergerak yang diurus dengan baik dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari operasional perusahaan, serta menurunkan biaya yang dikeluarkan untuk perawatan dan perbaikan.

Keuntungan dan kerugian dari aset tidak bergerak

Keuntungan dari aset tidak bergerak:

  1. Nilai stabil dalam jangka panjang: Aset tidak bergerak memiliki nilai yang stabil dalam jangka panjang, sehingga dapat digunakan sebagai jaminan dalam pengambilan keputusan finansial.
  2. Dapat digunakan untuk operasional perusahaan: Aset tidak bergerak dapat digunakan untuk mendukung proses produksi atau operasional lainnya dalam perusahaan.
  3. Dapat digunakan untuk memperoleh pendapatan: Aset tidak bergerak dapat digunakan untuk memperoleh pendapatan melalui sewa.

Kerugian dari aset tidak bergerak:

  1. Biaya perawatan dan perbaikan yang tinggi: Aset tidak bergerak perlu diperiksa dan diperbaiki secara berkala, yang dapat meningkatkan biaya perusahaan.
  2. Resiko bencana alam: Aset tidak bergerak dapat rusak atau hilang karena bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dll
  3. Resiko pajak yang tinggi: Aset tidak bergerak dikenakan pajak yang cukup tinggi, sehingga memerlukan perencanaan keuangan yang baik.

Manajemen aset tidak bergerak yang baik dapat meningkatkan keuntungan dan mengurangi kerugian dari aset tidak bergerak. Namun, perlu diingat bahwa aset tidak bergerak juga memiliki resiko yang harus dipertimbangkan dan diantisipasi.

Oleh karena itu, perlu ada perencanaan dan kontrol yang baik untuk mengelola aset tidak bergerak agar dapat digunakan selama mungkin.

Perbedaan Aset Bergerak dan Aset Tidak Bergerak

Perbedaan Aset Bergerak dan Aset Tidak Bergerak

AspekAset BergerakAset Tidak Bergerak
Dapat digerakkan atau tidakDapat digerakkanTidak dapat digerakkan
Masa pakaiTerbatasCukup lama
NilaiBisa fluktuatifStabil dalam jangka panjang
PendapatanDapat dijual atau digadaikanDapat digunakan untuk sewa
Perawatan dan perbaikanPerlu diperiksa dan diperbaiki secara berkalaPerlu diperiksa dan diperbaiki secara berkala
ResikoRusak atau hilang, biaya perawatan dan perbaikan yang tinggiRusak atau hilang karena bencana alam, pajak yang tinggi

Aset bergerak dan aset tidak bergerak merupakan dua jenis aset yang memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Aset bergerak adalah suatu bentuk aset yang dapat digerakkan atau dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Contohnya seperti kendaraan, peralatan, mesin, inventori, dan lain-lain. Aset bergerak ini biasanya digunakan untuk operasional perusahaan atau digunakan untuk mendapatkan pendapatan.

Aset bergerak ini juga dapat dijual atau digadaikan untuk mendapatkan dana tunai. Namun, perlu diingat bahwa aset bergerak ini juga memiliki masa pakai yang terbatas, sehingga perlu diperhatikan dengan baik dalam pengelolaannya.

Sedangkan aset tidak bergerak adalah suatu bentuk aset yang tidak dapat digerakkan atau dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Contohnya seperti tanah, bangunan, sarana air, dan lain-lain.

Fungsi dan manfaat Aset Bergerak serta Tidak Bergerak

Aset bergerak dan tidak bergerak memiliki fungsi serta manfaat yang berbeda-beda dalam perusahaan.

Fungsi Aset Bergerak:

  1. Aset bergerak digunakan untuk mendukung proses produksi atau operasional lainnya dalam perusahaan.
  2. Aset bergerak dapat dijual atau digadaikan untuk mendapatkan dana tunai.
  3. Aset bergerak dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari operasional perusahaan.

Manfaat Aset Bergerak:

  1. Dapat digunakan untuk operasional perusahaan
  2. Dapat digunakan untuk memperoleh pendapatan
  3. Dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas

Fungsi Aset Tidak Bergerak:

  1. Aset tidak bergerak digunakan untuk mendukung proses produksi atau operasional lainnya dalam perusahaan.
  2. Aset tidak bergerak digunakan untuk memperoleh pendapatan melalui sewa.

Manfaat Aset Tidak Bergerak:

  1. Nilai stabil dalam jangka panjang
  2. Dapat digunakan untuk operasional perusahaan
  3. Dapat digunakan untuk memperoleh pendapatan

Secara umum, aset bergerak dan tidak bergerak diperlukan oleh perusahaan untuk mendukung operasional serta meningkatkan efisiensi.

Aset bergerak serta tidak bergerak juga dapat digunakan untuk memperoleh pendapatan serta dapat digunakan sebagai jaminan dalam pengambilan keputusan finansial.

Namun, perlu diingat bahwa aset bergerak serta tidak bergerak juga memiliki resiko yang harus dipertimbangkan serta diantisipasi.

Resiko dan potensi Aset Bergerak dan Tidak Bergerak

Resiko dan potensi dari aset bergerak serta tidak bergerak dapat berbeda-beda. Namun, kedua jenis aset tersebut juga memiliki risiko yang harus diperhatikan dan diantisipasi.

Resiko Aset Bergerak:

  1. Rusak atau hilang
  2. Biaya perawatan dan perbaikan yang tinggi
  3. Fluktuasi nilai

Potensi Aset Bergerak:

  1. Dapat dijual atau digadaikan untuk mendapatkan dana tunai
  2. Dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari operasional perusahaan

Resiko Aset Tidak Bergerak:

  1. Rusak atau hilang karena bencana alam
  2. Pajak yang tinggi
  3. Resiko perubahan regulasi

Potensi Aset Tidak Bergerak:

  1. Nilai stabil dalam jangka panjang
  2. Dapat digunakan untuk operasional perusahaan
  3. Dapat digunakan untuk memperoleh pendapatan
  4. Resiko dan potensi dari aset bergerak serta tidak bergerak harus dipertimbangkan dan diantisipasi dengan baik.

Perencanaan dan manajemen yang baik dapat membantu mengurangi resiko dan meningkatkan potensi dari aset bergerak serta tidak bergerak.

Namun, perlu diingat bahwa aset bergerak serta tidak bergerak juga memiliki resiko yang harus dipertimbangkan dan diantisipasi.

Pendapatan dan pengeluaran Aset Bergerak dan Tidak Bergerak

Aset bergerak serta tidak bergerak dapat digunakan untuk memperoleh pendapatan dapat menimbulkan pengeluaran.

Pendapatan dari Aset Bergerak:

  1. Dapat dijual atau digadaikan untuk mendapatkan dana tunai
  2. Dapat digunakan untuk mendapatkan pendapatan dari sewa

Pengeluaran dari Aset Bergerak:

  1. Biaya perawatan dan perbaikan yang tinggi
  2. Biaya pembelian aset baru
  3. Biaya pengiriman dan pemindahan aset

Pendapatan dari Aset Tidak Bergerak:

  1. Dapat digunakan untuk memperoleh pendapatan melalui sewa
  2. Dapat digunakan untuk mendapatkan pendapatan dari jual beli properti

Pengeluaran dari Aset Tidak Bergerak:

  1. Pajak yang tinggi
  2. Biaya perawatan dan perbaikan yang tinggi
  3. Biaya pembelian aset baru

Pendapatan dari aset bergerak serta tidak bergerak harus diperhitungkan dengan baik dalam perencanaan keuangan perusahaan.

Pendapatan dari aset bergerak serta tidak bergerak dapat digunakan untuk menutupi pengeluaran yang dibutuhkan untuk pemeliharaan aset.

Namun, perlu diingat bahwa aset bergerak serta tidak bergerak juga memiliki resiko yang harus dipertimbangkan serta diantisipasi.

Oleh karena itu, perlu ada perencanaan  yang baik untuk mengelola aset bergerak serta tidak bergerak agar dapat digunakan selama mungkin serta dapat digunakan untuk mendapatkan pendapatan yang optimal.

Rekomendasi Software Aset Bergerak dan Aset Tidak Bergerak

TAG Samurai adalah solusi terbaik untuk manajemen aset bergerak serta tidak bergerak Anda. Dengan fitur canggih seperti pelacakan lokasi, pemantauan kondisi, dan integrasi dengan sistem manajemen aset, Anda dapat mengelola aset Anda dengan lebih efisien dan efektif.

Dapatkan control yang lebih baik atas aset Anda dan dukung operasional perusahaan dengan menggunakan TAG Samurai!

Kesimpulan

Aset bergerak serta tidak bergerak merupakan dua jenis aset yang memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Aset bergerak adalah suatu bentuk aset yang dapat digerakkan atau dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain, seperti kendaraan, peralatan, mesin, inventori, dan lain-lain.

Sedangkan aset tidak bergerak adalah suatu bentuk aset yang tidak dapat digerakkan atau dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain, seperti tanah, bangunan, sarana air. Aset bergerak serta tidak bergerak memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam perusahaan.

Namun, perlu diingat bahwa aset bergerak serta tidak bergerak juga memiliki resiko yang harus dipertimbangkan. Oleh karena itu, perlu ada perencanaan  kontrol yang baik untuk mengelola aset bergerak serta tidak bergerak agar dapat digunakan selama mungkin dapat digunakan untuk mendapatkan pendapatan yang optimal.